Sebagaimana diwartakan oleh HuffPost UK Politics, Menteri Kesejahteraan dan Pensiun Inggris Pat McFadden menyambut baik penurunan angka pemuda yang tidak berada dalam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan (NEET). Ia menilai kesempatan bekerja dan peluang bagi generasi muda merupakan hal paling krusial bagi kemajuan suatu negara.
Berdasarkan laporan tersebut, jumlah pemuda NEET sempat melonjak hingga seperempat juta orang pada periode pascapandemi 2021 hingga pemilihan umum 2024. Guna mengatasi masalah menahun ini, pemerintah dari Partai Labour menggelontorkan dana sebesar 2,5 miliar poundsterling untuk program dukungan lapangan kerja pemuda.
Salah satu program andalan yang digulirkan adalah Youth Guarantee, yang mencakup skema Jobs Guarantee bagi pengangguran muda jangka panjang. Melalui skema ini, pemerintah bekerja sama dengan dunia usaha untuk menyediakan enam bulan kerja bergaji bagi warga yang telah mengklaim Universal Credit selama 18 bulan atau lebih.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut McFadden, intervensi tersebut sangat penting karena semakin lama seseorang menganggur, maka akan semakin sulit pula bagi mereka untuk kembali bekerja. "Kepercayaan diri merosot, keyakinan diri menghilang, dan kesehatan mental terganggu," ujar McFadden menjelaskan dampak negatif dari pengangguran berkepanjangan.
Dalam kunjungan kerjanya ke kantor pusat Boots di Nottingham, McFadden mengaku sempat bertemu langsung dengan para penerima manfaat awal dari skema Jobs Guarantee tersebut. Para pemuda yang sebelumnya bertahun-tahun menganggur kini kembali memiliki semangat, ambisi, serta harapan baru untuk masa depan mereka.
Pemerintah menargetkan skema Jobs Guarantee ini dapat membantu 90.000 pemuda masuk ke dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan, serta menyediakan 300.000 kesempatan pelatihan dan pengalaman kerja. Selain itu, insentif perekrutan senilai 3.000 poundsterling juga disiapkan bagi para pemberi kerja yang mau merekrut pemuda pengangguran.
Data terbaru menunjukkan angka NEET di Inggris turun sebanyak 30.000 orang dalam tiga bulan terakhir, sehingga totalnya berada di bawah angka satu juta jiwa. Meskipun jumlah tersebut masih tergolong tinggi, pemerintah berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan ke depannya.