Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Departemen Kehakiman AS Dikabarkan...
INTERNASIONAL

Departemen Kehakiman AS Dikabarkan Bekukan Kerja Sama Antimonopoli dengan Kanada

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 7 September 2026
Departemen Kehakiman AS bekukan kerja sama antimonopoli dengan Kanada di tengah sengketa

Departemen Kehakiman AS bekukan kerja sama antimonopoli dengan Kanada di tengah sengketa

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) divisi antimonopoli dilaporkan telah mengarahkan jajarannya untuk menghentikan sementara seluruh pekerjaan bersama pemerintah Kanada di tengah eskalasi sengketa perdagangan yang melibatkan kedua negara tetangga tersebut.

Berdasarkan laporan email yang diperoleh dari Wall Street Journal, kepala bagian internasional divisi antimonopoli, Lynda Marshall, menginstruksikan para pejabat pada Rabu untuk menunda segala bentuk kerja sama kasus maupun keterlibatan isu kebijakan dengan pihak berwenang Kanada tanpa menyertakan alasan spesifik.

Para kepala bagian di divisi antimonopoli juga menerima instruksi lanjutan pada Jumat untuk segera menyerahkan daftar rinci yang memuat seluruh area kerja sama dengan Kanada sebelum penghujung hari tersebut berakhir.

Di sisi lain, pihak DOJ dengan tegas membantah laporan pemberitaan tersebut melalui sebuah pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa arahan yang dituduhkan tidak pernah diberikan kepada siapapun di dalam institusi penegak hukum tersebut.

Perang Dagang AS dan Kanada Kian Memanas

Pihak departemen berdalih bahwa divisi terkait hanya diminta untuk menunda secara sementara jadwal pertemuan mengenai investigasi khusus sampai tim antimonopoli DOJ memiliki waktu memadai untuk melakukan persiapan lebih matang.

Ketegangan ini muncul seiring hubungan dagang Washington dan Ottawa yang semakin merenggang menyusul kebijakan tarif serta langkah provokatif pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk perintah eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

Konflik perdagangan antara kedua negara sekutu ini telah memicu penerapan tarif terhadap puluhan miliar dolar nilai perdagangan lintas batas yang melibatkan produk-produk unggulan dari kedua belah pihak.

Pemerintah Kanada merespons kebijakan tarif baru sebesar 50 persen dari pemerintahan AS senilai sekitar 20 miliar dolar yang berlaku sejak bulan lalu dengan bersiap memberlakukan tarif balasan mulai 8 September.

Perdana Menteri Kanada menegaskan bahwa negaranya akan membalas kebijakan tarif Washington secara seimbang demi melindungi para pekerja, petani, keluarga, serta sektor bisnis domestik.

Hubungan diplomatik bilateral kini berada di titik krusial setelah serangkaian tindakan ekonomi restriktif diterapkan oleh kedua pemerintahan di tengah upaya masing-masing pihak mempertahankan kepentingan nasional mereka.

Topics
departemen kehakiman as kanada antimonopoli sengketa perdagangan donald trump tarif amerika serikat ekonomi internasional
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.