Sebagaimana diwartakan dalam laporan media, bijih besi yang selama ini identik dengan industri baja tradisional kini mulai memasuki dimensi baru yang jauh lebih strategis di tengah upaya global menuju ekonomi rendah karbon. Transformasi mendalam ini menjadi sorotan utama dalam siniar atau podcast Mercado & ESG.
Berdasarkan laporan yang dikutip, jurnalis Kátia Soares menghadirkan CEO Ferro Congonhas Mineração, Rodrigo Avelino, sebagai narasumber utama di studio Diário do Comércio. Dalam kesempatan tersebut, Avelino memaparkan pergeseran kriteria penilaian proyek serta peluang besar yang terbuka lebar bagi sektor pertambangan.
Mengutip pernyataan narasumber, Avelino menegaskan bahwa "transisi untuk ekonomi rendah karbon tidak mengurangi pentingnya pertambangan, melainkan membuat kualitas sumber daya mineral dan metode produksinya jauh lebih relevan." Kebutuhan global terhadap baja dipastikan tetap tinggi meskipun ada tuntutan penekanan emisi gas rumah kaca.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut dijelaskan bahwa para investor kini tidak hanya melihat aspek cadangan dan ekonomi semata, melainkan juga memprioritaskan faktor tata kelola, kinerja lingkungan, infrastruktur, hingga hubungan sosial dengan masyarakat sekitar. Aspek kepercayaan dan manajemen risiko menjadi penentu utama dalam kelayakan investasi mineral.
Avelino menambahkan bahwa "tidak cukup hanya memiliki bijih yang bagus, tetapi harus dibuktikan dengan proyek yang konsisten dan mampu mengelola risiko dengan baik." Keunggulan kompetitif industri pertambangan ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan mengubah potensi geologi menjadi proyek terstruktur dan berkelanjutan.