Metode penertiban kecepatan berkendara terus berkembang melalui pemanfaatan teknologi canggih guna menekan angka kecelakaan di jalan raya. Sejumlah wilayah di Amerika Serikat, seperti kota Albuquerque dan Portland, mulai menerapkan sistem lampu lalu lintas unik yang dikenal sebagai rest in red untuk mengubah kebiasaan pengemudi.
Berdasarkan laporan Associated Press, sistem rest in red membuat lampu lalu lintas menyala merah secara default di persimpangan jalan. Sensor khusus kemudian mendeteksi kendaraan dan mengubah lampu menjadi hijau lebih awal khusus bagi pengemudi yang melaju pada atau di bawah batas kecepatan yang ditentukan.
Penerapan sistem tersebut terbukti efektif menurunkan tingkat kecelakaan di beberapa titik uji coba. Pejabat Albuquerque mencatat penurunan dramatis pada jumlah kecelakaan dan cedera di sepanjang koridor jalan utama setelah teknologi sensor kecepatan ini dioperasikan secara aktif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, uji coba di Southeast Powell Boulevard di Portland menunjukkan kecepatan rata-rata kendaraan berhasil turun dari 39 mph menjadi sesuai batas kecepatan resmi 30 mph pada periode malam hari. Meskipun adopsi teknologi ini masih terbatas di berbagai wilayah perkotaan lainnya.
Tantangan dan Riset Lanjutan Sistem Rest in Red
Di balik efektivitasnya, sistem lampu lalu lintas rest in red masih menghadapi kendala berupa kurangnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme kerjanya. Pengemudi yang nekat membuang kecepatan tinggi dapat merugikan pengendara lain yang sudah berupaya mematuhi aturan demi mendapatkan lampu hijau.
David Hurwitz, seorang profesor teknik transportasi di Oregon State University, menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut tetap diperlukan secara komprehensif. Langkah ini bertujuan untuk memastikan peningkatan keselamatan tidak berbanding lurus dengan risiko pengemudi menerobos lampu merah.
Sebagai perbandingan, studi tahun 2023 pada 5 ruas jalan di North Carolina menunjukkan penurunan total kecelakaan hingga 43 persen setelah menerapkan sistem rest in red tanpa sensor kecepatan khusus. Pendekatan teknologi keselamatan jalan lainnya juga dikembangkan di Colorado melalui penggunaan kamera pemantau kecepatan rata-rata antar-titik.
Berbagai pabrikan otomotif global turut mendukung target keselamatan transportasi masa depan lewat inovasi fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut. Produsen asal Jepang, Honda, bahkan menargetkan nol korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil dan sepeda motor buatan mereka secara global pada tahun 2050.