Nancy Grace Roman Space Telescope resmi meluncur menuju titik Lagrange Two Point sejauh 1,5 juta kilometer dari Bumi menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy pada hari Minggu.
Teleskop luar angkasa senilai 4,3 miliar dolar AS ini akan menempuh waktu perjalanan selama 100 hari sebelum mulai mengamati alam semesta serta memetakan materi gelap.
Para astronom memproyeksikan teleskop canggih ini mampu menemukan hingga 100.000 eksoplanet baru yang mengelilingi bintang lain di luar tata surya kita.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain itu, instrumen ini akan menguji teknologi coronagraph baru yang berpotensi mendeteksi tanda-tanda kehidupan melalui pantisan cahaya dari planet-planet asing tersebut.
Kontras Antara Kemajuan Sains dan Sifat Perang
Di balik pencapaian gemilang astronomi modern ini, peradaban manusia masih dibayangi oleh konflik militer yang melibatkan para pemimpin dunia.
Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi ke Ukraina serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah militer terhadap Iran tanpa alasan yang jelas.
Kedua pemimpin tersebut terjebak dalam perang berkepanjangan dengan ekspektasi kemenangan cepat yang ternyata tidak pernah terwujud di lapangan.
Perilaku destruktif ini mencerminkan akar evolusi masa lalu manusia sebagai pemburu-pengumpul yang masih melekat dalam peradaban teknologi tinggi saat ini.