Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Franklin D. Roosevelt...
INTERNASIONAL

Profil Franklin D. Roosevelt Presiden Ke-32 Amerika Serikat

By Nusman Rawayandi Hagimutar 3 min read 30 Agustus 2026
Franklin D. Roosevelt, Presiden ke-32 Amerika Serikat yang memimpin negaranya melalui krisis global

Franklin D. Roosevelt, Presiden ke-32 Amerika Serikat yang memimpin negaranya melalui krisis global

Franklin Delano Roosevelt, yang sering dikenal sebagai FDR, lahir pada 30 Januari 1882 di Hyde Park, New York. Ia menjabat sebagai Presiden ke-32 Amerika Serikat dari tahun 1933 hingga kematiannya pada tahun 1945. Sebagai presiden dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah AS, ia adalah satu-satunya yang memimpin selama lebih dari dua periode. Kepemimpinannya terbagi dalam dua fase besar, yaitu dua periode awal yang berfokus pada pemulihan ekonomi dari Depresi Besar, serta periode ketiga dan keempat yang berpusat pada keterlibatan AS dalam Perang Dunia II.

Lahir dari keluarga terpandang Delano dan Roosevelt, ia menempuh pendidikan di Universitas Harvard sebelum memulai karier politiknya. Ia terpilih sebagai anggota Senat Negara Bagian New York pada tahun 1910 dan kemudian menjabat sebagai Asisten Sekretaris Angkatan Laut di bawah Presiden Woodrow Wilson. Meskipun sempat mengalami kelumpuhan akibat penyakit pada tahun 1921, ia berhasil bangkit secara politik dengan dukungan istrinya, Eleanor Roosevelt. Ia kemudian terpilih sebagai Gubernur New York pada tahun 1928, di mana ia mulai mempromosikan berbagai program untuk mengatasi krisis ekonomi.

Kemenangannya dalam pemilihan presiden tahun 1932 menandai titik balik besar dalam politik Amerika Serikat melalui peluncuran program reformasi New Deal. Melalui berbagai kebijakan inovatif, ia menciptakan lapangan kerja, merekrut koalisi politik baru, dan mereformasi sistem keuangan serta perburuhan nasional. Ketika Perang Dunia II pecah setelah serangan Pearl Harbor pada tahun 1941, Roosevelt memobilisasi ekonomi AS untuk mendukung upaya perang dan meletakkan dasar bagi pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kebijakannya mengubah lanskap pemerintahan federal dan memperluas peran negara dalam kesejahteraan sosial.

Hingga saat ini, para sejarawan secara konsisten menempatkan Franklin D. Roosevelt di antara tiga presiden terhebat dalam sejarah Amerika Serikat. Warisannya tetap hidup melalui lembaga-lembaga yang ia dirikan, seperti Komisi Sekuritas dan Bursa serta jaminan sosial. Meskipun beberapa tindakannya semasa perang, seperti penahanan warga Jepang-Amerika, menuai kritik, pengaruhnya terhadap pembentukan politik modern AS tetap sangat besar. Ia dikenang sebagai pemimpin yang membawa bangsanya melewati masa-masa kelam dengan ketahanan dan visi yang kuat.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Franklin Delano Roosevelt lahir sebagai anak tunggal dari pasangan James Roosevelt I dan Sara Ann Delano di perkebunan keluarga yang luas di New York. Ia tumbuh dalam lingkungan istimewa yang terisolasi dari pengalaman masa kecil kebanyakan anak Amerika pada umumnya. Berkat perjalanan rutin ke Eropa dan Kanada di masa kecilnya, ia tumbuh menjadi seorang anak yang fasih berbahasa Jerman dan Prancis. Pendidikan awal didapatkannya dari pengajar privat di rumah hingga ia dikirim ke sekolah asrama eksklusif Groton School di Massachusetts.

Di Groton School, kepala sekolah Endicott Peabody menanamkan nilai-nilai pelayanan publik dan tugas Kristen yang tetap memengaruhi pandangan hidup Roosevelt sepanjang hayatnya. Mengikuti jejak sebagian besar teman seangkatannya, ia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Harvard. Selama di Harvard, ia tidak terlalu menonjol sebagai atlet, tetapi berhasil memegang posisi penting sebagai pemimpin redaksi surat kabar kampus, The Harvard Crimson. Ia lulus dengan gelar di bidang sejarah pada tahun 1903 sebelum sempat melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Columbia.

Kehidupan pribadi Roosevelt diwarnai oleh hubungannya dengan Eleanor Roosevelt, yang merupakan keponakan dari sepupunya sekaligus panutannya, Presiden Theodore Roosevelt. Setelah melalui berbagai tantangan keluarga, pasangan ini menikah pada tanggal 17 Maret 1905 dan dikaruniai enam orang anak. Di awal pernikahan, Eleanor lebih banyak mendampingi karier sang suami sambil mengurus rumah tangga, meskipun kemudian Eleanor juga menjelma menjadi tokoh politik yang independen. Pernikahan mereka sempat menghadapi ujian berat akibat perselingkuhan, yang kemudian bertransformasi menjadi kemitraan politik yang solid.

Fondasi nilai yang dianut oleh Roosevelt sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang menjunjung tinggi keterlibatan dalam urusan publik dan kenegaraan. Kekagumannya pada gaya kepemimpinan energik dari Theodore Roosevelt mendorongnya untuk mantap melangkah ke dunia politik. Meskipun awalnya sempat berlatih hukum di sebuah firma prestisius di New York, ia menyadari bahwa minat sejati dan panggilan hidupnya berada di arena pemerintahan. Pengalaman masa muda ini membentuk dasar ketahanan mental dan kepercayaan diri yang membantunya menghadapi berbagai krisis besar di kemudian hari.

Karier Politik dan Kontribusi Nasional

Karier politik formal Franklin D. Roosevelt dimulai ketika ia terpilih menjadi anggota Senat Negara Bagian New York pada tahun 1910 dari daerah pemilihan yang didominasi oleh Partai Republik. Ia dengan cepat menunjukkan kepemimpinannya dengan menentang mesin politik Tammany Hall dan memperjuangkan reformasi progresif. Keberhasilannya dalam memimpin panitia pertanian menjadi landasan awal bagi kebijakan ekonomi kerakyatan yang ia terapkan di kemudian hari. Pada tahun 1913, ia ditunjuk sebagai Asisten Sekretaris Angkatan Laut, di mana ia mengawasi perluasan armada laut selama Perang Dunia Pertama.

Titik balik paling dramatis dalam hidupnya terjadi pada tahun 1921 ketika ia didiagnosis menderita polio yang menyebabkan kedua kakinya mengalami kelumpuhan permanen. Meskipun sempat disarankan untuk pensiun, ia bersama istrinya dan penasihat dekatnya, Louis Howe, menolak menyerah dan bertekad melanjutkan karier politik. Dengan latihan yang melelahkan, ia belajar berjalan menggunakan penyangga besi dan berhasil kembali ke panggung politik nasional. Terpilihnya ia sebagai Gubernur New York pada tahun 1928 membuktikan ketangguhannya dalam mengatasi keterbatasan fisik demi melayani masyarakat.

Sebagai Presiden AS, kontribusi terbesar Roosevelt adalah penyelamatan ekonomi melalui paket kebijakan New Deal yang mengatasi Depresi Besar secara masif. Ia memperkenalkan regulasi perbankan baru, mendirikan lembaga perlindungan simpanan, serta menciptakan lapangan kerja bagi jutaan rakyat yang menganggur. Ketika Perang Dunia II pecah, ia memimpin strategi militer Sekutu menuju kemenangan sekaligus memelopori lahirnya tatanan internasional melalui pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya menyelamatkan ekonomi Amerika, tetapi juga mendefinisikan ulang peran negara dalam menjamin kesejahteraan warganya.

Warisan kepemimpinan Roosevelt terus dirasakan oleh generasi-generasi setelahnya dalam bentuk stabilitas ekonomi dan jaring pengaman sosial yang masih bertahan hingga kini. Sistem jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja yang ia rintis menjadi standar bagi tata kelola pemerintahan modern di seluruh dunia. Pengaruhnya terhadap geopolitik global selama masa perang membentuk arsitektur keamanan internasional yang bertahan selama berpuluh-puluh tahun. Melalui ketabahan menghadapi disabilitas dan krisis global, ia dikenang sebagai salah satu tokoh paling transformatif dalam sejarah peradaban modern.

Topics
politik presiden as sejarah new deal amerika serikat
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.