Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan pembelaan keras atas serangan balasan negaranya terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Yordania.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi sebagai respons langsung atas kecaman yang sebelumnya dilayangkan oleh Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi terkait aksi militer Teheran yang menyasar instalasi strategis milik Washington di kawasan tersebut.
Dalam tanggapannya, Araghchi mempertanyakan integritas dan waktu tunggu yang diharapkan dari Teheran ketika wilayah serta ruang udara negara-negara Arab dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melancarkan agresi militer yang berujung pada jatuhnya korban sipil di Iran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe‘Berapa lama lagi kita harus menunggu sebelum menanggapi agresor yang tidak menghormati kedaulatan Iran maupun kedaulatan Arab?’ demikian pernyataan Abbas Araghchi menanggapi kritik pedas yang disampaikan oleh pihak Amman.
Sebelumnya, Menlu Yordania Ayman Safadi menegaskan bahwa negaranya bukanlah pihak yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung dan berjanji akan terus mengambil langkah pengamanan kedaulatan demi melindungi stabilitas nasional serta keselamatan warganya.
Di sisi lain, pihak berwenang di Teheran secara konsisten menegaskan bahwa seluruh operasi militer balasan yang mereka lakukan secara spesifik diarahkan eksklusif ke pangkalan serta instalasi militer Amerika Serikat, dan bukan ditujukan kepada negara tuan rumah pangkalan tersebut.