Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Aktivitas Erupsi Gunung Anak...
TEKNOLOGI

Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Semburkan Lava Air Mancur

By Tomi Ali 2 min read 5 September 2026
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus dan menyemburkan lava air mancur

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus dan menyemburkan lava air mancur

Sebagaimana diwartakan dalam laporan media, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan peningkatan signifikan dengan terjadinya erupsi menerus.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, erupsi tersebut berlangsung tanpa henti sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Dari hasil pengamatan visual dan instrumental, karakteristik erupsi kali ini diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau semburan lava air mancur.

"Erupsi menerus berlangsung sejak tanggal 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga saat laporan dibuat. Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur," ujar Suwarno dalam laporan pengamatan.

Rangkaian letusan tersebut juga disertai dengan kemunculan suara dentuman serta gemuruh keras yang terdengar jelas hingga ke pos pemantauan.

Dahsyatnya aktivitas vulkanik ini bahkan membuat kamera pemantau atau CCTV di lapangan mengalami kerusakan dan mati akibat terkena lontaran material pijar dari kawah.

Sebelum memasuki fase erupsi menerus yang panjang, gunung api beraktivitas tinggi ini tercatat meletus berturut-turut sejak Jumat malam dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter.

Selain letusan malam hari, rangkaian erupsi dengan semburan kolom abu vulkanik setinggi ratusan meter juga telah terpantau meluncur ke arah barat dan barat laut sejak Jumat pagi.

Menyusul meningkatnya ancaman bahaya dari kawah aktif, pihak berwenang secara tegas mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat luas di sekitar wilayah tersebut.

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," tegas Suwarno mengakhiri peringatan darurat.

Topics
gunung anak krakatau erupsi lava air mancur lampung selatan selat sunda vulkanologi bencana alam
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.