Bagian pendapatan pekerja di Amerika Serikat merosot ke tingkat terendah sepanjang sejarah di angka 52,8 persen pada kuartal kedua, sementara marjin laba korporasi justru melonjak hingga rekor 14,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Produktivitas pertumbuhan melindungi marjin, bukan pendapatan," ujar Kepala Ekonom EY-Parthenon Gregory Daco, seperti dikutip dari catatan pada Kamis.
Output ekonomi tercatat tumbuh sebesar 1,7 persen pada kuartal kedua dengan tambahan jam kerja hanya 0,3 persen, sementara kompensasi naik 2,6 persen yang jika dihadapkan dengan inflasi minyak berujung pada kontraksi tipis secara riil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDaco menilai bahwa angka 52,8 persen tersebut bukanlah batas bawah, dan bagian pendapatan pekerja dapat terus menurun selama keuntungan terkonsentrasi pada sisi modal serta kelompok perusahaan tertentu.
Dampak Investasi Pusat Data dan Impor Komputer AI
Impor komputer besar untuk server kecerdasan buatan mengalami lonjakan tajam hingga mencapai laju tahunan sebesar 450 miliar dolar Amerika Serikat pada bulan lalu, meningkat drastis dari sekitar 50 miliar dolar per tahun sepanjang 2023.
Investasi pusat data diperkirakan bakal menyentuh angka 31 triliun dolar Amerika Serikat atau hampir setara dengan ukuran PDB saat ini pada tahun 2050 menurut firma analis PricewaterhouseCoopers.
Meskipun belanja modal dan produktivitas perusahaan melonjak, pertumbuhan PDB secara keseluruhan tetap moderat di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang melemah dan sektor perumahan yang tertekan suku bunga tinggi.
"Pertumbuhan bukanlah hal yang sama dengan pendapatan yang terdistribusi secara luas," tulis mantan reporter Wall Street Journal yang kini menjadi penasihat dana lindung nilai Jon Hilsenrath.