Kegagalan kepindahan penyerang Crystal Palace Ismaila Sarr ke Liverpool pada bursa transfer musim panas ini berbuntut panjang setelah sang agen meluapkan kritik tajam melalui media sosial.
Sebagaimana diwartakan oleh media olahraga internasional, Liverpool sempat melayangkan beberapa kali penawaran dan menggelar negosiasi intensif demi mendatangkan pemain asal Senegal tersebut.
Namun, kubu Crystal Palace bersikeras mematok harga lebih dari 50 juta poundsterling dan enggan melepas pemain andalannya tersebut menjelang penutupan bursa transfer.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMerespons batalnya kepindahan tersebut, agen Ismaila Sarr yakni Diomansy Kamara menuliskan pernyataan emosional yang menyoroti perlakuan terhadap pemain asal Afrika di industri sepak bola modern.
"Kasus Ismaila Sarr dan Lamine Camara harus menjadi interogasi bagi kita semua. Kita harus keluar dari logika di mana pemain Afrika terkadang memberi kesan bahwa mereka hanyalah komoditas," tulis Diomansy Kamara dalam keterangannya.
Kamara menegaskan bahwa para pesepak bola asal benua hitam tersebut layak mendapatkan rasa hormat atas kerja keras, karier, ambisi, serta suara pribadi mereka dalam menentukan masa depan.
"Sebuah transfer seharusnya tidak hanya menjadi urusan dua klub dan deretan angka. Di balik setiap kontrak, ada seorang manusia, karier, mimpi, dan pilihan hidup," sambung sang agen.
Selain Liverpool yang gagal merekrut Sarr, klub raksasa seperti Manchester United dan Galatasaray juga sempat menunjukkan ketertarikan namun tidak mampu memenuhi permintaan harga dari Crystal Palace.
Batalnya transfer ini sempat membuat Sarr menunjukkan gestur kekecewaan di media sosial, sementara Liverpool akhirnya harus puas memperkuat skuad dengan mendatangkan nama lain di lini depan.
Mengutip laporan media, insiden ini kembali membuka diskusi luas di kalangan pengamat sepak bola mengenai keseimbangan antara keputusan klub profesional dan hak asasi para pemain.