Berdasarkan laporan media, Google secara resmi memperkenalkan platform pengembangan berbasis kecerdasan buatan terbarunya, yakni Antigravity 2.0, dalam ajang tahunan Google I/O 2026. Pembaruan skala besar ini menghadirkan berbagai fitur canggih termasuk aplikasi desktop baru, alat command-line interface, serta software development kit.
Mengutip laporan media, platform Antigravity pertama kali dirilis pada tahun 2025 lalu sebagai tanggapan langsung atas masifnya popularitas aplikasi asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan seperti Cursor dan Claude Code. Kehadiran platform ini dirancang khusus untuk membantu para programmer menyelesaikan berbagai tugas pembuatan kode secara otomatis.
Sebagaimana diwartakan, melalui versi terbarunya ini, Google mentransformasi Antigravity menjadi sebuah ekosistem yang berfokus pada konsep agent-first. Konsep tersebut memungkinkan sejumlah agen kecerdasan buatan untuk beroperasi secara bersamaan guna merampungkan tugas-tugas pemrograman yang rumit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diberitakan oleh sumber terkait, Google turut meluncurkan Antigravity CLI sebagai fasilitas berbasis terminal yang mempermudah para pengembang dalam mengeksekusi beragam perintah coding langsung lewat command line. Perangkat berbasis terminal ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Go sehingga menjanjikan performa yang jauh lebih cepat dan responsif.
Berdasarkan laporan media, kehadiran deretan pembaruan termasuk penyediaan SDK baru ini menegaskan komitmen kuat perusahaan untuk bertarung secara kompetitif di ranah alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan sekaligus memperluas integrasi ekosistem Gemini.