Ilmuwan menemukan 48 spesies dari laut dalam Samudra Pasifik di wilayah Clarion-Clipperton Zone yang membentang seluas lima juta kilometer persegi antara Hawaii dan Meksiko.
Tim peneliti dari Natural History Museum Inggris yang dipimpin Guadalupe Bribiesca-Contreras menggunakan kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh untuk mengumpulkan 55 spesimen dari kedalaman laut.
Tujuh dari spesies tersebut telah dikonfirmasi baru bagi dunia ilmu pengetahuan, sementara 32 lainnya diyakini belum pernah diketahui sebelumnya dan masih menunggu analisis lebih lanjut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHewan-hewan makrofauna yang ditemukan mencakup teripang, bintang laut, koral, dan spons dengan ukuran berkisar dari milimeter hingga sentimeter.
Ancaman Eksploitasi Tambang di Laut Dalam
Salah satu temuan yang mencuri perhatian adalah teripang kuning sepanjang 30 sentimeter dari spesies Psychropotes dyscrita yang dijuluki sebagai gummy squirrel.
Wilayah Clarion-Clipperton Zone tidak hanya menarik bagi dunia sains, tetapi juga menjadi pusat perhatian komersial karena kandungan mineral berharga di dasarnya.
Dasar laut di wilayah tersebut menyimpan kandungan mineral penting seperti kobalt, nikel, mangan, dan tembaga yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern.
Meskipun belum ada eksploitasi penambangan yang berjalan secara komersial saat ini, sejumlah pihak telah melakukan eksplorasi intensif di kawasan tersebut.
Guadalupe Bribiesca-Contreras menegaskan para ilmuwan harus segera memahami ekosistem laut dalam sebelum aktivitas industri penambangan dimulai secara masif.
Upaya mendata seluruh keanekaragaman hayati ini menjadi langkah krusial untuk melindungi makhluk hidup misterius yang masih mendiami bagian terakhir bumi yang belum terjamah.