Gunung Krasheninnikov di Semenanjung Kamchatka, Rusia, tercatat tidak pernah meletus selama hampir lima abad sebelum akhirnya kembali aktif akibat gempa dahsyat. Guncangan bumi berkekuatan magnitudo 8.8 yang terjadi pada 30 Juli 2025 tersebut memicu rangkaian aktivitas vulkanik di kawasan yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia.
Berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh vulkanolog James Hickey dari University of Exeter, getaran gempa yang berlangsung lama memicu pertumbuhan gelembung gas di dalam dapur magma gunung tersebut. Hal ini membuat sistem magmatik yang sebelumnya tampak stabil menjadi tidak stabil dan akhirnya memicu intrusi magma.
"Guncangan gempa yang berkepanjangan kemungkinan besar memicu pelepasan zat volatil yang bergantung pada waktu, pertumbuhan gelembung, dan pada akhirnya mengganggu kestabilan dapur magma pada sistem yang secara mekanis sudah rentan terhadap kegagalan," demikian penjelasan para peneliti dalam pratinjau riset mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum gempa terjadi, satelit tidak mendeteksi adanya tanda-tanda peningkatan aktivitas seperti penggembungan tanah atau pelepasan gas sulfur di sekitar gunung. Namun, sekitar 1,5 hingga 2,5 hari pasca gempa, aktivitas seismik lokal mulai terekam dan menunjukkan pergerakan magma vertikal.
Kondisi Kritis Tersembunyi di Balik Status Tidur Panjang
Para peneliti mengungkapkan bahwa letusan ini memperlihatkan fenomena "kondisi kritis tersembunyi" pada gunung berapi yang tampak tenang di permukaan. Selama ratusan tahun masa istirahatnya, magma kaya gas di dalam perut gunung berakumulasi dan menjadi sangat sensitif terhadap gangguan eksternal seperti gelombang seismik.
Meskipun perubahan tekanan konstan akibat gempa tergolong kecil, guncangan dinamis yang berulang berhasil memperbesar gelembung gas di dalam kantong magma. Akibatnya, tekanan internal meningkat drastis hingga memaksa magma menerobos rekahan kerak bumi dan memicu letusan.
Wilayah Kamchatka sendiri berada di atas zona subduksi tempat lempeng Pasifik menyusup di bawah lempeng mikrokulasi Okhotsk, yang secara rutin menciptakan aktivitas vulkanik serta gempa bumi kuat. Dari puluhan gunung berapi yang merasakan guncangan gempa tersebut, hanya sebagian kecil yang merespons secara langsung.
Temuan ini memberikan wawasan baru bagi para ilmuwan bahwa gunung berapi yang tampak tidak aktif dalam jangka waktu lama mungkin menyimpan potensi bahaya tersembunyi. Gempa bumi besar di masa depan dapat menjadi pemicu tak terduga bagi sistem vulkanik yang terlihat stabil dari luar.