Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation mengungkapkan bahwa transisi menopause berkaitan dengan peningkatan berkelanjutan pada penanda darah yang menunjukkan penurunan integritas penghalang epitel usus.
Peradangan kronis diketahui berkaitan erat dengan berbagai kondisi kesehatan pada orang dewasa lanjut usia, termasuk osteoporosis, diabetes, penyakit kardiovaskular, serta demensia. Berbagai penelitian pada model hewan betina menunjukkan bahwa menopause memicu peningkatan permeabilitas usus yang berujung pada peradangan.
Penurunan kadar steroid seks menyebabkan protein sambungan epitel usus mengalami penurunan jumlah, sehingga permeabilitas epitel usus meningkat. Kondisi penghalang yang terganggu ini membuat produk mikrobah dari usus lebih mudah masuk ke dalam sirkulasi darah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTranslokasi antigen mikroba usus menuju jaringan subepitel tersebut dapat mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh dan memicu peradangan tingkat rendah. Studi sebelumnya kesulitan membedakan apakah perubahan ini didorong oleh menopause atau proses penuaan alami.
Analisis Biomarker FABP2 dan sCD14 pada Wanita
Penelitian ini melibatkan 964 wanita dari SWAN Bone Cohort yang telah mengalami menopause alami dengan waktu haid terakhir yang jelas. Sekitar 27 persen peserta merupakan perempuan Kulit Hitam, 44 persen Kulit Putih, 14 persen keturunan Tiongkok, dan 15 persen Jepang.
Para peneliti menganalisis perubahan jangka panjang pada dua penanda darah utama, yaitu fatty acid-binding protein 2 atau FABP2 dan soluble CD14 atau sCD14. FABP2 merupakan protein mukosa usus sebagai penanda cedera mukosa, sementara sCD14 disekresikan oleh sel kekebalan tubuh.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar FABP2 meningkat sebesar 2,6 persen per tahun selama periode transisi menopause dengan total kenaikan mencapai 26,3 persen. Sementara itu, kadar sCD14 meningkat sebesar 0,8 persen per tahun atau total kenaikan sekitar 7,5 persen.
Kedua penanda tersebut mulai meningkat sekitar 2,5 tahun sebelum haid terakhir dan mulai stabil kembali sekitar 6,5 tahun setelahnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa disfungsi penghalang usus dapat bertambah cepat selama transisi menopause di berbagai kelompok ras dan etnis.