Dikutip dari laporan media, rencana pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung menghadapi kendala teknis menyusul keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi di bagian belakang lahan. Berdasarkan laporan yang dihimpun, lokasi pembangunan yang terletak di samping Rusunawa Jepun, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru tersebut kini memerlukan penyesuaian tata letak.
Menanggapi permasalahan ini, pihak Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama PLN Unit Pelaksana Teknis Madiun. Sebagaimana diwartakan, langkah konsultasi tersebut dilakukan untuk meminta rekomendasi teknis agar proses pembangunan fasilitas pendidikan ini tidak mengalami penundaan yang terlalu panjang.
Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiyawati mengungkapkan bahwa opsi pemindahan jalur SUTET terpaksa dikesampingkan karena membutuhkan waktu hingga dua tahun. "Juga jangan sampai pindah tempat, karena harus berproses dari awal lagi. Selain itu tidak memindah SUTET karena waktunya juga lama," tegas Reni sebagaimana dikutip dari laporan Tribun Jatim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan rekomendasi dari PLN, bagian belakang bangunan sekolah nantinya tidak boleh lebih dari dua tingkat serta harus berjarak sekitar lima meter dari jalur SUTET. Alternatif lainnya, area tersebut akan dimanfaatkan secara fungsional untuk sarana pendukung seperti lapangan olahraga, dapur umum, maupun instalasi pengolahan air limbah.
Pemerintah daerah berharap penyesuaian desain arsitektur ini dapat menjadi solusi efektif tanpa harus memindahkan lokasi proyek pembangunan. Mengutip laporan lapangan, jika seluruh hambatan teknis tersebut telah terselesaikan, pelaksanaan konstruksi fisik Sekolah Rakyat Tulungagung dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026.