Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Fenomena Eventslop Saat Pertemuan...
BERITA

Fenomena Eventslop Saat Pertemuan Unik Demi Algoritma Media Sosial

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 7 September 2026
Fenomena eventslop dan kontes viral di media sosial menarik minat anak muda

Fenomena eventslop dan kontes viral di media sosial menarik minat anak muda

Berbagai pertemuan publik yang unik dan spesifik kini kerap menghiasi lini masa media sosial dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari kontes kembaran selebritas, pertemuan kelompok tertentu, hingga ajang makan puding bersama orang asing. Berbagai acara viral tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat mengenai apakah fenomena ini murni bentuk ekspresi kegembiraan publik atau sekadar interaksi sosial superfisial demi mendulang performa algoritma.

Linguis sekaligus penulis buku Algospeak Adam Aleksic mengungkapkan bahwa sebagian besar kegiatan tersebut tidak lagi murni menjadi wadah interaksi sosial publik, melainkan berubah menjadi eventslop. "Orang-orang tidak lagi mengadakan pertemuan publik yang nyata, melainkan mengadakan eventslop di mana tujuan utamanya adalah menghasilkan engagement algoritma di atas segalanya," ujar Aleksic melalui video TikTok miliknya.

Aleksic menjelaskan bahwa acara tersebut sebagian besar diorganisasi oleh para kreator konten dan influencer agar dapat difilmkan secara maksimal untuk keperluan tayangan hiburan instan. Penggunaan istilah tren yang sedang naik daun seperti aura juga menunjukkan bahwa acara tersebut dirancang sedemikian rupa demi mengejar momentum algoritma digital.

Meskipun demikian, tidak sedikit pihak yang berpendapat bahwa kemunculan acara berkonsep unik ini justru memberikan ruang bagi anak muda untuk keluar rumah dan berinteraksi secara langsung. Keinginan kuat generasi muda dalam mencari ruang berkumpul serta komunitas di tengah isu epidemi kesepian membuat acara-acara hiburan berbalut konten viral ini tetap diminati oleh berbagai kalangan.

Dibalik Daya Tarik Acara Viral dan Tren Soft Socializing

Penyelenggara acara kreatif Grownkid Gael Aitor menilai bahwa generasi muda saat ini sebenarnya menginginkan bentuk eventslop tersebut karena mereka enggan hanya menjadi penonton konten pasif. Melalui kegiatan luring yang interaktif, para peserta dapat ikut serta dalam proses pembuatan konten sembari membangun koneksi sosial dengan komunitas sekitar mereka.

Di sisi lain, pergeseran tren sosial juga memicu peningkatan popularitas kegiatan kumpul bersama berbasis hobi yang lebih tenang seperti bermain mahjong, membaca senyap, hingga acara konser bebas ponsel pintar. Berbagai kegiatan alternatif tersebut menawarkan ruang interaksi sosial secara natural tanpa harus berorientasi pada pembuatan konten digital atau pengejaran viralitas semata.

Terapis Lynn Zakeri berpendapat bahwa kehadiran fenomena eventslop tidak sepenuhnya berdampak buruk bagi kesehatan mental individu karena tetap mendorong seseorang untuk berani melangkah keluar rumah. "Lihatlah seperti ini, Anda keluar rumah, melakukan kontak mata dengan seseorang, dan mendapatkan teman baru," ujar Zakeri menanggapi tren sosial tersebut.

Kombinasi antara kebutuhan eksistensi di dunia maya dan kerinduan akan ruang interaksi sosial secara langsung menunjukkan bagaimana dinamika komunitas modern terus beradaptasi. Bagaimanapun bentuk pertemuannya, keberanian seseorang untuk berpartisipasi dan berinteraksi secara nyata tetap menjadi esensi penting dalam merajut ikatan sosial di tengah era digital.

Topics
eventslop media sosial gen z tren viral komunitas kontes kembaran internet sosial
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.