Sergio Aguero nyaris bergabung dengan Juventus untuk menggantikan peran Alessandro Del Piero sebelum memutuskan pindah ke Liga Inggris bersama Manchester City pada musim panas 2011. Pemain asal Argentina tersebut didatangkan The Citizens saat berusia 23 tahun dengan nilai transfer sebesar 35 juta poundsterling.
Sebelum memutuskan berlabuh di Stadion Etihad, Aguero sempat menghabiskan waktu selama lima tahun bersama Atletico Madrid setelah pindah dari klub asalnya Independiente dengan nilai transfer 20 juta euro. Performa impresifnya di kompetisi Spanyol membuat sejumlah klub papan atas Eropa kepincut untuk mendapatkan tanda tangannya.
Salah satu klub yang serius meminatinya pada bursa transfer musim panas 2011 adalah Juventus. Raksasa Liga Italia tersebut bahkan dikabarkan sudah berada dalam tahap akhir untuk mengamankan jasa sang penyerang yang diproyeksikan sebagai penerus jangka panjang Alessandro Del Piero.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, panggilan bermain di kompetisi Liga Inggris jauh lebih menarik perhatian Aguero dibandingkan harus mengemban tanggung jawab besar menggantikan legenda besar di Turin. Keinginannya berkarier di Inggris didasari oleh kekagumannya terhadap salah satu mantan penyerang tim nasional Inggris yaitu Michael Owen.
Alasan Sergio Aguero Tolak Juventus Demi Manchester City
Keputusan besar diambil oleh Sergio Aguero ketika ia tengah memperkuat tim nasional Argentina pada ajang Copa America 2011. Saat itu, agennya menghubungi dirinya dan menyampaikan ketertarikan yang sangat kuat dari manajemen Manchester City.
Klub asuhan pelabuhan kaya raya tersebut sedang membangun kekuatan baru di bawah kepemilikan Sheikh Mansour. Meskipun Juventus memberikan penawaran yang sangat serius, impian masa kecil untuk merumput di Inggris menjadi faktor penentu utama.
Karier luar biasa berhasil dibangun oleh sang penyerang setelah resmi berseragam Manchester City selama satu dekade berikutnya. Ia sukses mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub serta mempersembahkan total 5 gelar juara Liga Inggris.
Pilihan yang diambil pada tahun 2011 terbukti sangat tepat dalam perjalanan karier profesionalnya di level tertinggi sepak bola Eropa. Impian masa kecilnya untuk mengikuti jejak idola masa kecilnya terwujud lewat kesuksesan besar di tanah Inggris.