Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 78.565 atau terpaut sekitar 11,4 persen dari target level USD 87.500 yang menjadi posisi pembukaannya pada awal tahun 2026.
Aset kripto tersebut sempat menyentuh harga USD 82.283 pada 3 September yang merupakan titik tertinggi sejak pemulihan dimulai sebelum akhirnya tertekan kembali di bawah USD 80.000.
Kenaikan sebesar 11,4 persen dinilai masih realistis dicapai oleh Bitcoin sebelum 31 Desember mengingat koin ini telah melonjak 23 persen dari titik terendahnya pada 8 Agustus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, tantangan terbesar bagi pergerakan harga bukan sekadar jarak persentase, melainkan waktu dan kondisi pasar yang mengantisipasi probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Faktor Pendukung dan Risiko Makroekonomi
Permintaan institusional melalui produk spot ETF Bitcoin mencatatkan arus masuk sebesar USD 986,9 juta pada pekan yang berakhir 4 September berdasarkan data SoSoValue.
Di sisi lain, akumulasi korporat terus berlanjut setelah perusahaan publik asal Prancis, Capital B, membeli 376 Bitcoin senilai USD 29 juta untuk memperkuat cadangan perbendaharaan mereka.
Meskipun demikian, risiko makroekonomi seperti rilis data inflasi inti dan peluang kenaikan suku bunga Fed sebesar 60 persen pada September tetap membayangi pergerakan pasar.
Jika data inflasi melunak dan imbal hasil obligasi menurun, peluang Bitcoin untuk menguji kembali level resistensi USD 87.500 terbuka lebih lebar sebelum akhir tahun.