American Academy of Pediatrics merilis panduan terbaru yang mendorong agar waktu istirahat atau recess wajib diterapkan bagi seluruh siswa sekolah dari tingkat awal hingga kelas 12.
"Anak-anak dan orang dari segala usia membutuhkan kesempatan untuk bermain, berkreasi, dan bergerak agar proses belajar dapat berjalan dengan optimal," ujar Denisha Jones selaku direktur eksekutif Defending the Early Years.
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention, aktivitas fisik dan gerakan saat waktu istirahat terbukti mampu meningkatkan prestasi akademik, kehadiran, serta perilaku siswa di kelas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKebijakan baru tersebut diterbitkan untuk mengatasi kecemasan nasional terkait penurunan kemampuan belajar, masalah kesehatan mental remaja, serta dominasi gawai di lingkungan pendidikan.
Dampak Positif Istirahat Sekolah Bagi Konsentrasi Siswa
Sejumlah peneliti dan advokat pendidikan menilai bahwa aktivitas fisik di tengah hari sekolah sangat penting untuk meredakan stres serta mengasah kemampuan pemecahan masalah.
"Istirahat yang terjaga adalah elemen penting dari pembelajaran yang harus terjadi setelah menyerap informasi baru," tulis panduan resmi dari American Academy of Pediatrics.
Penerapan waktu istirahat terbukti memberikan hasil nyata di berbagai wilayah, seperti di Medford High School yang mencatat penurunan angka absensi kronis setelah menerapkan waktu jeda bergerak.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih besar karena akses waktu istirahat sering kali tidak merata serta kerap dipengaruhi oleh faktor status sosial ekonomi dan kebijakan tiap wilayah.