Menu Animal Style di In-N-Out Burger bermula dari permintaan khusus seorang pelanggan pada awal tahun 1960-an yang melihat salah satu pegawai meracik burger pesanannya sendiri. Restoran cepat saji legendaris asal California ini awalnya hanya menyediakan menu dasar sebelum akhirnya mencatat berbagai variasi pesanan khusus yang kini populer di kalangan pencinta kuliner.
"Kami mulai menyajikan burger Animal Style pada awal tahun 1960-an ketika seorang pelanggan melihat salah satu pegawai membuat burger kustomnya sendiri dan meminta dibuatkan menu yang sama," ujar Chief Operating Officer In-N-Out Burger Denny Warnick kepada Fox News Digital.
Denny menjelaskan bahwa nama tersebut tercipta secara spontan di tempat berdasarkan kebiasaan para pelanggan setia dalam memodifikasi pesanan mereka. Seiring berjalannya waktu, berbagai variasi persiapan menu dasar tersebut dinamai langsung oleh para pembeli yang sering memesan dengan cara khusus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun kini daftar tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar menu tidak resmi di situs web perusahaan, pihak restoran tetap berkomitmen menyajikan setiap makanan secara segar sesuai pesanan pelanggan. Jaringan restoran yang berdiri sejak tahun 1948 ini kini telah berkembang hingga memiliki lebih dari 400 lokasi di 10 negara bagian.
Deretan Varian Menu Rahasia Populer In-N-Out
Selain varian Animal Style, restoran cepat saji ini memiliki berbagai pilihan menu tersembunyi yang telah menjadi rahasia umum bagi para pelanggan setia selama puluhan tahun. Beberapa pilihan populer tersebut mencakup Double-Meat dengan dua lapisan daging sapi hingga variasi porsi besar seperti 3x3 dan 4x4.
Bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi daging, tersedia pula menu Grilled Cheese yang mengganti daging patty dengan dua lembar keju lembaran lezat. Sementara itu, opsi Protein Style menawarkan alternatif bagi pelanggan yang menginginkan burger dibungkus dengan selada segar alih-alih menggunakan roti bun.
Terdapat pula menu unik lain di luar daftar situs web resmi bernama Flying Dutchman yang terdiri dari dua lapis daging dan keju tanpa roti maupun saus pendamping. Menu tersebut dulunya diciptakan oleh mendiang mantan CEO Guy Snyder sebelum wafat pada tahun 1999 silam.
Popularitas menu-menu modifikasi ini terus memikat para pelanggan baru dari berbagai generasi untuk mencobanya secara langsung. Konsistensi dalam menjaga kualitas dan pelayanan membuat tradisi kustomisasi pesanan ini tetap diminati oleh jutaan pengunjung hingga saat ini.