Mahasiswa Eindhoven University of Technology di Belanda menciptakan ambulans bertenaga surya pertama di dunia bernama Stella Juva untuk menjangkau layanan kesehatan di wilayah terpencil. Kendaraan inovatif ini dikembangkan oleh Solar Team Eindhoven dari komponen sasis hingga sistem kelistrikan demi mendekatkan fasilitas medis kepada masyarakat.
Tenaga surya pada ambulans ini bersumber dari 542 sel surya yang terpasang di bagian atap, bagasi, serta dua panel lipat saat kendaraan berhenti. Energi matahari tersebut disimpan dalam baterai 50 kilowatt-jam yang bertugas menggerakkan motor listrik sekaligus menyuplai seluruh peralatan medis di dalamnya.
Stella Juva dirancang mampu menempuh jarak hingga 715 kilometer dalam kondisi optimal dengan dukungan energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada fasilitas pengisian daya eksternal. Kendaraan ini membawa peralatan diagnostik dan skrining kesehatan maternal guna melayani masyarakat yang jauh dari rumah sakit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAnggota Solar Team Eindhoven menguji coba langsung kendaraan ini di Kenya pada Agustus 2026 untuk mengukur performanya di medan nyata. Selama pengujian, ambulans menempuh perjalanan sekitar 800 kilometer menuju sebuah klinik kesehatan terpencil di Mosiro.
Hasil Uji Coba Lapangan dan Potensi Masa Depan
Uji coba di Kenya menunjukkan hasil positif karena Stella Juva mampu melewati jalur ekstrem dengan baik serta mencukupi kebutuhan energinya secara mandiri. Kendaraan ini bahkan menghasilkan surplus energi saat menyalakan perangkat medis tanpa memerlukan sumber listrik eksternal.
Meskipun belum melibatkan pasien secara langsung, tim memperkirakan ambulans surya ini sanggup melayani sekitar 200 orang dalam kurun waktu dua hari. Kombinasi mobilitas tinggi dan kemandirian energi membuat konsep ini sangat bernilai untuk daerah yang minim infrastruktur listrik.
Kendati uji coba lapangan berhasil membuktikan kehandlannya, tantangan pendanaan masih menjadi hambatan utama agar kendaraan semacam ini dapat beroperasi penuh di masa mendatang. Para pengembang berharap teknologi berkelanjutan ini dapat terus diperluas untuk mengatasi masalah kesehatan dunia nyata.
Perkembangan teknologi kendaraan tenaga surya sendiri telah berjalan selama beberapa dekade, mulai dari mobil surya purwarupa hingga ambulans medis modern. Inovasi ini membuka jalan bagi pemanfaatan energi surya yang lebih luas di berbagai sektor transportasi masa depan.