Sebagaimana diwartakan oleh Banten Raya, rencana penerapan program sekolah swasta gratis untuk tingkat SD dan SMP di Kota Cilegon yang dijadwalkan mulai bergulir pada 2027 mendatang mendapatkan perhatian serius dari jajaran legislatif.
Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Masduki menegaskan bahwa kebijakan pembebasan biaya sekolah ini harus dibarengi dengan peningkatan mutu pengajaran agar tidak terjadi ketimpangan kualitas antara institusi pendidikan swasta dan negeri.
"Jangan sampai ini masih ada ketimpangan. Jadi kualitasnya harus setara, salah satunya tentu dengan meningkatkan kapasitas gurunya," ujar Masduki sebagaimana dikutip dari laporan Banten Raya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon untuk aktif memfasilitasi berbagai pelatihan maupun workshop bagi tenaga pendidik di sekolah swasta.
"Jangan sampai diabaikan dari standar kualitas pendidikannya. Jadi itu semua harus menjadi perhatian dan dicarikan solusinya," tambahnya.
Di sisi lain, Masduki juga mengapresiasi langkah konkret Walikota Cilegon Robinsar dalam merealisasikan program pro-rakyat tersebut yang diyakini mampu membawa dampak positif bagi ekosistem pendidikan lokal.
"Ini akan ada banyak efek, termasuk juga sekolah swasta akan membutuhkan guru yang banyak dan itu akan membuka lapangan pekerjaan," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Heni Anita Susila menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan gagasan peningkatan kapasitas tenaga pengajar swasta tersebut.
"Yah kami juga berharap itu bisa dilakukan. Dimana, nantinya program sendiri akan direalisasikan pada 2027 nanti," ungkap Heni saat memberikan keterangan.
Heni menambahkan bahwa jajarannya saat ini masih terus mematangkan konsep serta rancangan teknis pelaksanaan sekolah swasta gratis agar benar-benar menjadi solusi tepat sasaran bagi masyarakat.