Sunderland meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Brentford di Gtech Community Stadium dalam lanjutan kompetisi Premier League akhir pekan lalu. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, hasil tersebut memperlihatkan progres signifikan terkait organisasi permainan tandang skuad asuhan Régis Le Bris yang musim lalu kerap tampil rapuh.
Pelatih asal Prancis itu mengubah taktik dengan menerapkan formasi 3-4-1-2 yang menampilkan bek debutan Kevin Danso untuk memperkokoh lini belakang. Kehadiran fisik Danso membantu tim tamu memenangi duel perebutan bola kedua sekaligus meredam ancaman langsung dari lini serang tuan rumah.
Lini tengah Sunderland dikendalikan oleh Granit Xhaka dan Noah Sadiki yang mengatur tempo permainan secara efektif di sepanjang babak pertama. Sebagaimana dilaporkan dari lapangan, dominasi tersebut membuahkan peluang berbahaya lewat tembakan keras Enzo Le Fée yang mengenai tiang gawang serta gol Dan Ballard yang dianulir wasit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRégis Le Bris menyebut penampilan paruh pertama tersebut sebagai salah satu performa terbaik timnya di ajang Premier League musim ini. Pertahanan rapat membuat Brentford kesulitan mengembangkan permainan, memaksa tuan rumah tampil di bawah standar biasa mereka pada 45 menit pertama.
Namun, kendala lama masih menghantui lini depan Sunderland ketika gagal mengonversi dominasi lapangan menjadi keunggulan telak. Ketika Brentford bangkit pada babak kedua dan mencetak gol melalui Vitaly Janelt, tim tamu harus berjuang keras sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat penalti Enzo Le Fée.
Pengembangan skuad kini menyisakan pekerjaan rumah krusial bagi jajaran pelatih untuk mengasah ketajaman penyelesaian akhir di depan gawang lawan. Apabila ketajaman tersebut berhasil ditingkatkan, rekor tandang yang membaik ini dapat menjadi fondasi kuat bagi Sunderland untuk mengarungi sisa musim.