Riafinola Ifani Sari, yang lebih dikenal dengan nama panggung Nola Be3, adalah seorang penyanyi, pemeran (aktris), dan model berkebangsaan Indonesia. Beliau lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tanggal 11 Agustus 1978. Sebagai seorang figur publik, namanya melekat erat dengan industri hiburan tanah air berkat konsistensi dan kontribusinya di bidang seni suara maupun seni peran.
Perjalanan karier beliau mencakup kesuksesan besar di dunia tarik suara sebagai anggota grup vokal B3 (dahulu dikenal sebagai AB Three). Selain sukses di dunia musik, beliau juga memperluas ranah profesionalnya dengan membintangi berbagai judul film layar lebar dan serial web populer di Indonesia.
Kehadiran beliau di panggung hiburan nasional telah terbentang selama dekade demi dekade, dimulai dari era 1990-an hingga saat ini. Transformasinya dari seorang penyanyi profesional menjadi seorang aktris serba bisa menunjukkan fleksibilitas serta kualitas seni yang mumpuni.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArtikel ini akan membahas secara mendalam mengenai latar belakang kehidupan, perjalanan awal karier, diskografi, serta pencapaian dan peran penting Riafinola Ifani Sari di kancah industri hiburan Indonesia.
Latar Belakang dan Awal Karier
Riafinola Ifani Sari lahir di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tanggal 11 Agustus 1978. Latar belakang kehidupan awal beliau di Sumatera Barat membentuk landasan bagi perjalanan personalnya sebelum merambah dunia hiburan tingkat nasional. Dukungan dan minat yang besar terhadap seni vokal membawanya meniti langkah awal di industri musik Indonesia.
Pendidikan non-formal dan pengasahan bakat seni yang dijalaninya pada masa muda membimbing beliau ke dalam kompetisi-kompetisi musik bergengsi. Hal tersebut menjadi batu loncatan penting sebelum beliau bergabung dengan kelompok vokal yang kelak membesarkan namanya.
Pengalaman awal yang paling monumental dalam pembentukan karier musiknya terjadi pada tahun 1993, ketika beliau bersama grup vokal B3 sukses menjuarai ajang pencarian bakat internasional Asia Bagus Monthly Championship di Singapura. Kemenangan tersebut menjadi fondasi utama pengakuan kualitas vokal kelompok tersebut di tingkat regional Asia.
Keberhasilan di pangkas regional ini segera membuka jalan bagi transisi profesional beliau menuju industri rekaman komersial di Indonesia, mengantarkannya pada era keemasan musik pop pada dekade 1990-an.
Karier, Peran, dan Pencapaian
Perjalanan karier Riafinola Ifani Sari ditandai dengan konsistensi bermusik bersama B3 yang telah menelurkan 5 album dan 9 singel, sebelum akhirnya beliau merilis karya debut solo melalui singel berjudul "Hati" pada September 2021. Selain itu, beliau juga meraih penghargaan bergengsi dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 1997 melalui album Kerinduanku dalam kategori Penyanyi Grup Pop Terbaik, Penata Musik Terbaik, serta Penyanyi Rekaman Terbaik.
Seiring berjalannya waktu, beliau memperluas spektrum kariernya ke dunia seni peran melalui sejumlah penggarapan film layar lebar. Pada tahun 2016, beliau berperan sebagai Guru dalam film The Fabulous Udin, disusul perannya sebagai Ibu Naura dalam film Naura & Genk Juara pada tahun 2017 di mana beliau beradu akting bersama putri sulungnya, Naura Ayu.
Kariernya di dunia akting semakin berkembang ketika pada tahun 2024 beliau membintangi karakter Mama Libby dalam film Dealova serta memerankan tokoh Ida Mulyani (Bu Ida) dalam film horor pertamanya, Pemandi Jenazah. Beliau juga merambah ke ranah serial web melalui Serial Musikal Nurbaya (2021) sebagai Etek Rahma, Imperfect the Series 2 (2022-2023) sebagai Ratna, serta Santri Pilihan Bunda (2024).
Selain aktif di dunia seni peran dan musik individu, beliau juga berperan sebagai pelopor proyek musik keluarga dengan membina serta berkolaborasi bersama anak-anaknya seperti Naura Ayu dan Neona, termasuk merilis lagu-lagu keluarga populer seperti "Kasih Ibu" pada tahun 2018 dan berpartisipasi dalam konser virtual Semesta Cinta pada tahun 2020. Peran ini mengukuhkan posisinya sebagai figur publik lintas generasi yang sukses mempertahankan eksistensi dan integritas seninya hingga kini.