Harga minyak dunia turun lebih dari 1 dolar AS pada hari ini, melanjutkan tren penurunan beruntun di tengah ekspektasi bahwa perundingan antara Iran dan Qatar berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent tercatat merosot 1,07 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 86,77 dolar AS per barel pada perdagangan pagi ini.
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turut melemah 1,13 dolar AS atau 1,4 persen ke level 81,10 dolar AS per barel.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenurunan harga minyak ini terjadi seiring langkah Iran dan Oman yang sedang memfinalisasi rincian kesepakatan untuk mengontrol jalur Selat Hormuz.
Pasar Energi Masih Waspadai Risiko Krisis Pasokan Global
Jalur strategis tersebut sebelumnya menyalurkan pasokan minyak dan LNG yang setara dengan seperlima dari total konsumsi bahan bakar global sebelum konflik pecah.
Analis komoditas senior ANZ Daniel Hynes menyatakan bahwa penurunan harga minyak terjadi karena prospek pembukaan kembali Selat Hormuz semakin membaik di tengah perundingan.
"Harga minyak mentah sedikit melemah seiring prospek pembukaan kembali Selat Hormuz yang membaik di tengah perundingan yang sedang berlangsung," ujar Daniel dalam catatan risetnya.
Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap mewaspadai potensi kekurangan pasokan mengingat perbedaan pandangan yang tajam antara negara-negara yang berkonflik.
Selain itu, data persediaan bahan bakar distilat di Amerika Serikat dilaporkan turun sebesar 2,2 juta barel menjadi 103,4 juta barel pada pekan yang berakhir 21 Agustus.
Penurunan cadangan tersebut mencatatkan level terendah yang pernah tercatat untuk periode tahun ini akibat terganggunya operasi kilang di Timur Tengah dan Rusia.