Rapper Macklemore menuai kecaman keras dari aktor Hollywood Michael Rapaport usai melontarkan pesan pro-Palestina saat tampil di konser Ed Sheeran yang diselenggarakan di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey. Penampilan musisi berusia 43 tahun tersebut langsung memicu perdebatan luas di tengah para penonton yang hadir pada Jumat dan Sabtu malam.
"Imagine going to see Ed Sheeran & this absolute no talent none singer non rapping non dancing clown Macklemore is opening," tulis Michael Rapaport melalui akun media sosial X pribadinya. Komedian senior asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendukung garis keras Israel tersebut mengecam keputusan Ed Sheeran yang mengajak pelantun lagu Hinds Hall itu sebagai musisi pembuka dalam rangkaian tur konsernya.
Selama aksi panggungnya, Macklemore tampak mengenakan kain keffiyeh di lehernya dan secara berulang kali menyerukan slogan "Free Palestine". Selain meneriakkan yel-yel dukungan, ia juga membawakan lagu protes anti-Israel berjudul Hinds Hall di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati stadion utama di New Jersey tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAksi panggung bermuatan politis ini sontak membelah opini publik dan para penggemar musik yang hadir langsung di lokasi acara. Sejumlah penonton meluapkan kekecewaan karena merasa terganggu dengan agenda politik sang musisi, sementara pendukung lainnya justru memberikan apresiasi atas keberanian Macklemore dalam menyuarakan isu kemanusiaan global di atas panggung besar.
Reaksi Penonton Konser Ed Sheeran Terbelah
Sejumlah penonton yang hadir di konser Ed Sheeran mengungkapkan keterkejutan serta kekecewaan mendalam atas aksi panggung yang dibawakan oleh sang musisi pembuka. Beberapa keluarga yang datang bersama anak-anak mengaku terkejut karena acara musik hiburan mendadak berubah menjadi panggung orasi politik mengenai konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain gelombang kritik juga mengarah kepada Ed Sheeran karena dianggap membiarkan aksi tersebut terulang kembali pada hari kedua konser di stadion yang sama. Sebagian penonton menilai pihak penyelenggara seharusnya dapat mencegah masuknya muatan kampanye politik ke dalam area pertunjukan musik komersial berskala internasional.
Kendati demikian, dukungan masif tetap mengalir dari para penggemar di berbagai platform digital yang memuji langkah berani sang rapper dalam membela hak asasi manusia. Kelompok pembela hak-hak sipil berpendapat bahwa ruang seni selalu menjadi wadah sah bagi para seniman untuk menyuarakan aspirasi kemanusiaan terhadap krisis kemanusiaan yang sedang terjadi.
Organisasi seperti Dewan Amerika-Israel kemudian merespons kontroversi ini dengan meluncurkan petisi resmi agar Macklemore dicoret dari daftar pengisi acara tur lanjutan. Perdebatan panjang seputar batasan antara ekspresi seni dan agenda politik di atas panggung konser kini terus menjadi sorotan tajam publik.