Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Filsafat Mendalam Alberto Conejero,...
NASIONAL

Filsafat Mendalam Alberto Conejero, Kita Benar-Benar Mati Saat Dilupakan

By Septy Nusaira Gehntari 2 min read 2 September 2026
Alberto Conejero membahas filosofi memori dan kenangan dalam acara El Faro Cadena SER

Alberto Conejero membahas filosofi memori dan kenangan dalam acara El Faro Cadena SER

Madrid - Seniman sastra dan dramawan terkemuka asal Spanyol, Alberto Conejero, belum lama ini menyampaikan sebuah filosofi mendalam mengenai kematian dan kenangan dalam program siniar populer El Faro yang dipandu oleh Mara Torres di Cadena SER.

Sebagaimana diwartakan oleh media Spanyol, peraih Premio Nacional de Literatura Dramática tersebut menegaskan bahwa esensi sejati dari kematian seseorang adalah ketika tidak ada lagi manusia yang tersisa untuk mengingatnya.

"Morimos del todo cuando muere la última persona que nos recuerda" atau yang berarti kita benar-benar mati ketika orang terakhir yang mengingat kita telah tiada, menjadi inti perbincangan hangat dalam acara tersebut, sebagaimana dikutip dari laporan Cadena SER.

Dalam perbincangan tersebut, Conejero menceritakan kembali kisah di balik kesuksesan pementasan teater fenomenal karyanya yang berjudul La piedra oscura, sebuah karya yang mengangkat kisah Rafael Rodríguez Rapún, yang dikenal sebagai kekasih terakhir penyair legendaris Federico García Lorca.

Berdasarkan laporan media, ide pembuatan karya tersebut bermula ketika Conejero berinisiatif melacak keberadaan keluarga Rapún melalui buku telepon hingga akhirnya berhasil menghubungi dan menemui saudara kandung Rapún, yakni Tomás.

'Busqué su teléfono en las páginas blancas, le llamé y le dije: "Intuyo que en la vida de su hermano hay algo que quizá me ayude a entender algo mejor la mía". Escuché un silencio y pensé que había colgado el teléfono, pero me dijo: "Agárrate un taxi", kenang Conejero mengenai awal pertemuannya yang berkesan.

Pertemuan bersejarah itu membuka jalan bagi sang dramawan untuk melihat langsung peninggalan berharga berupa buku-buku yang dihadiahkan oleh Federico García Lorca kepada Rafael Rodríguez Rapún, lengkap dengan berbagai tulisan tangan dan ilustrasi romantis yang selamat dari Perang Saudara Spanyol.

Kisah penuh emosi tersebut kini merambah ke industri perfilman melalui proyek layar lebar berjudul La bola negra garapan sutradara ternama Javier Calvo dan Javier Ambrossi, di mana Conejero turut ambil bagian sebagai salah satu penulis skenarionya.

Melalui berbagai karya seni yang terus dihidupkan kembali, Conejero berharap pesan mengenai pentingnya merawat sejarah dan memori kolektif dapat terus terjaga melintasi berbagai generasi.

Topics
alberto conejero el faro cadena ser teater sastra spanyol budaya
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.