Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Ancaman Nyata Gempa Dangkal Jawa...
TEKNOLOGI

Ancaman Nyata Gempa Dangkal Jawa Barat, Pakar Wanti-wanti Sesar Baribis dan Megathrust

By Tomi Ali 2 min read 5 September 2026
Pakar ingatkan potensi bahaya sesar aktif dan megathrust usai gempa dangkal di Jawa Barat

Pakar ingatkan potensi bahaya sesar aktif dan megathrust usai gempa dangkal di Jawa Barat

Sebagaimana diwartakan, rangkaian gempa bumi dangkal yang secara beruntun mengguncang wilayah Jawa Barat pada awal September 2026 kembali membunyikan alarm kewaspadaan nasional. Peristiwa ini menegaskan bahwa kawasan padat penduduk di Jawa Barat dan DKI Jakarta dikelilingi oleh ancaman kegempaan yang kompleks, mulai dari sesar aktif daratan hingga zona megathrust di lepas pantai selatan.

Berdasarkan laporan ahli kebencanaan Daryono, gempa dangkal terbaru bermagnitudo 2,3 tercatat mengguncang wilayah Sukabumi pada Kamis, 3 September 2026. Gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 3 kilometer tersebut dipicu oleh aktivitas segmen Sesar Awi Bengkok dan Sesar Cianten-Muara, menyusul gempa kerak dangkal berkekuatan M4,3 yang sebelumnya bersumber dari Sesar Cisokan.

Menanggapi dinamika tektonik tersebut, Daryono menjelaskan bahwa karakteristik geologis Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. "Rangkaian kejadian ini menguraikan kenyataan geologis bahwa wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta berdiri tepat di atas zona transisi tektonik yang sangat dinamis," ujar Daryono dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia membeberkan sejumlah sesar aktif di daratan yang melintasi kawasan padat penduduk, seperti Sesar Lembang, Cimandiri, Cugenang, Cileunyi-Tanjungsari, Cipamingkis, Garut Selatan, hingga Sesar Baribis. Sesar Baribis menjadi salah satu sorotan utama karena jalur segmennya membentang melewati Jakarta, Bekasi, Purwakarta, Cirebon, hingga kawasan strategis Bendungan Jatigede di Sumedang.

Selain ancaman dari sesar kerak daratan yang dapat diperparah oleh lapisan sedimen aluvial lunak, potensi bencana besar juga mengintai dari zona megathrust Selat Sunda. Menurut Daryono, zona tersebut menyimpan akumulasi energi tektonik dalam kurun waktu panjang yang berpotensi memicu pelepasan gempa hingga magnitudo 8,7 serta ancaman tsunami yang dapat menjalar ke pesisir Jawa Barat dan Jakarta.

Topics
gempa jawa barat sesar baribis megathrust daryono gempa sukabumi bmkg mitigasi bencana
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.