Sebagaimana diwartakan, rangkaian gempa bumi dangkal yang secara beruntun mengguncang wilayah Jawa Barat pada awal September 2026 kembali membunyikan alarm kewaspadaan nasional. Peristiwa ini menegaskan bahwa kawasan padat penduduk di Jawa Barat dan DKI Jakarta dikelilingi oleh ancaman kegempaan yang kompleks, mulai dari sesar aktif daratan hingga zona megathrust di lepas pantai selatan.
Berdasarkan laporan ahli kebencanaan Daryono, gempa dangkal terbaru bermagnitudo 2,3 tercatat mengguncang wilayah Sukabumi pada Kamis, 3 September 2026. Gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 3 kilometer tersebut dipicu oleh aktivitas segmen Sesar Awi Bengkok dan Sesar Cianten-Muara, menyusul gempa kerak dangkal berkekuatan M4,3 yang sebelumnya bersumber dari Sesar Cisokan.
Menanggapi dinamika tektonik tersebut, Daryono menjelaskan bahwa karakteristik geologis Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. "Rangkaian kejadian ini menguraikan kenyataan geologis bahwa wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta berdiri tepat di atas zona transisi tektonik yang sangat dinamis," ujar Daryono dalam keterangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, ia membeberkan sejumlah sesar aktif di daratan yang melintasi kawasan padat penduduk, seperti Sesar Lembang, Cimandiri, Cugenang, Cileunyi-Tanjungsari, Cipamingkis, Garut Selatan, hingga Sesar Baribis. Sesar Baribis menjadi salah satu sorotan utama karena jalur segmennya membentang melewati Jakarta, Bekasi, Purwakarta, Cirebon, hingga kawasan strategis Bendungan Jatigede di Sumedang.
Selain ancaman dari sesar kerak daratan yang dapat diperparah oleh lapisan sedimen aluvial lunak, potensi bencana besar juga mengintai dari zona megathrust Selat Sunda. Menurut Daryono, zona tersebut menyimpan akumulasi energi tektonik dalam kurun waktu panjang yang berpotensi memicu pelepasan gempa hingga magnitudo 8,7 serta ancaman tsunami yang dapat menjalar ke pesisir Jawa Barat dan Jakarta.