Valve secara sengaja membocorkan trailer gim Left 4 Dead 2 pada tahun 2009 setelah berseteru dengan lembaga rating ESRB terkait tingkat kekerasan, darah, dan bahasa kasar.
Mantan penulis Valve Chet Faliszek mengungkapkan dalam video pembahasan potongan dialog gim bahwa pengembang terpaksa menyebar video secara tidak resmi karena lembaga rating menolak memberikan izin rilis trailer.
Permasalahan tersebut bermula dari tingginya ketegangan antara Valve dengan ESRB serta otoritas di berbagai negara seperti Australia dan Jerman yang mempermasalahkan konten dewasa di dalam gim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFaliszek mengakui tindakan tersebut secara terbuka setelah jeda waktu sekitar 17 tahun sejak peristiwa pembocoran trailer promosi tersebut dilakukan oleh pihak internal studio.
Strategi Lolos Sensor ESRB dan Kontroversi Gambar Promosi
Sebelum insiden trailer tersebut, Valve juga sempat berselisih dengan ESRB pada tahun yang sama akibat gambar promosi awal yang menampilkan tangan dengan tiga jari terpotong.
Lembaga rating menolak gambar tersebut sehingga Valve harus mengubah desain promosi dengan melipat jari tangan alih-alih menampilkan potongan ekstrem untuk menunjukkan angka sekuel gim.
Alih-alih mengajukan permohonan resmi yang berisiko berujung penolakan, Valve menyebarkan video promosi itu sebagai kebocoran tidak resmi yang kemudian bertransformasi menjadi sinematik intro utama gim.
Left 4 Dead 2 akhirnya meluncur pada tahun 2009 dengan rating M dan berhasil menghindari rating AO yang sangat ketat seperti yang sempat menimpa gim Manhunt 2.