Aktivitas perdagangan di pasar tradisional kerap meninggalkan persoalan lingkungan yang kerap diabaikan, salah satunya pembuangan limbah sisa dagangan. Berdasarkan laporan media, air sisa cucian ikan dan darah yang dibuang sembarangan ke badan Jalan Raya Bogor, depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, telah mengubah fungsi fasilitas publik menjadi jalur yang membahayakan.
Sebagaimana diwartakan, cairan dari aktivitas jual beli ikan tersebut mengandung lemak, darah, serta bahan organik yang meninggalkan lapisan licin di atas aspal. Kondisi ini menurunkan daya cengkeram ban kendaraan, khususnya sepeda motor, sehingga sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas bagi para pengendara yang melintas.
Persoalan limbah ini mencuat ke permukaan setelah insiden kecelakaan maut menewaskan seorang pelajar MAN 6 bernama Hammamshidqi Hammammuthi pada 17 Agustus 2026. Kepala Unit Gakkum Satlantas Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta mengungkapkan bahwa korban diduga terjatuh ke sisi kanan akibat kondisi jalan yang licin saat sebuah truk melintas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi permasalahan tersebut, Direktur Keuangan Perumda Pasar Jaya Deni Alfianto Amris menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tim khusus untuk menangani limbah di dalam area pasar. Namun, kendala utama berada di luar area resmi karena ulah pedagang kaki lima atau PKL yang sulit dikontrol.
Selain mengancam keselamatan nyawa pengendara, timbunan limbah organik ini juga berdampak buruk pada sistem drainase dan kebersihan lingkungan sekitar. Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan bahwa pemerintah kota bersama PD Pasar Jaya akan segera mengambil langkah tegas berupa penataan kawasan serta mencarikan lokasi sementara yang layak bagi para pedagang.