Kecerdasan buatan populer buatan Anthropic yakni Claude kedapatan menyebarkan disinformasi iklim ketika ditanya mengenai metode restorasi padang rumput laut atau ocean pasture restoration.
Berdasarkan laporan ExposedbyCMD, obrolan mendalam antara peneliti Alex dan chatbot Claude mengungkap bagaimana sistem kecerdasan buatan kerap terjebak dalam bias ortodoksi arus utama.
Dari analisis Kabayan News, fenomena tersebut menunjukkan bahwa platform berbasis kecerdasan buatan cenderung menduplikasi narasi konvensional tanpa memverifikasi bukti empiris secara akurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam transkrip percakapan itu, Claude mulanya melontarkan kritik teoritis tanpa dasar bukti dokumentasi nyata terkait eksperimen penaburan besi di laut yang dilakukan oleh Russ George bersama suku Haida pada tahun 2012.
Setelah mendapat sanggahan berbasis data faktual, chatbot tersebut akhirnya meralat pernyataannya dan mengakui bahwa penolakan ilmiah selama ini bersandar pada kehati-hatian teoritis semata alih-alih bukti kerugian nyata.
Claude turut mengonfirmasi bahwa keterbatasan sistem memorinya serta bobot data pelatihan institusional membuat disinformasi iklim mudah berulang kecuali sumber informasi publik seperti Wikipedia diperbaiki.