Berdasarkan laporan media internasional, akademisi terkemuka asal Belanda Gloria Wekker kembali menjadi sorotan publik lewat karya-karya akademisnya yang mendalam. Sebagaimana diwartakan, buku terbarunya yang bertajuk The Gloria Wekker Reader merangkum perjalanan panjang risetnya mengenai isu gender, seksualitas, dan rasisme yang telah digelutinya selama puluhan tahun.
Nama Gloria Wekker sendiri melekat erat di benak publik berkat karyanya yang sangat berpengaruh, Witte Onschuld atau White Innocence. Dalam buku tersebut, ia secara kritis membedah bagaimana sebagian besar masyarakat kulit putih di Belanda kerap memandang diri mereka sebagai sosok yang toleran dan "buta warna", sementara realitas sosial menunjukkan narasi yang jauh berbeda.
Mengutip penjelasan sang profesor, gagasan tentang tidak adanya masalah rasisme di tengah masyarakat modern sering kali memicu perdebatan sengit dan resistensi besar. Melalui pendekatan interseksionalitas, ia berupaya merajut pemahaman bahwa kelas sosial, gender, dan etnis merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menganalisis ketidaksetaraan struktural.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, Wekker juga menyoroti pentingnya merefleksikan lembaran kelam masa lalu kolonialisme yang hingga kini masih menyisakan dampak nyata di berbagai institusi Eropa. Karya-karya pemikirannya terbukti mampu memberikan sudut pandang alternatif yang segar sekaligus menginspirasi generasi peneliti baru untuk terus mempertanyakan status quo.