Google Pixel 11 Pro yang dibanderol seharga 1.099 dolar AS atau sekitar Rp17 juta menuai sorotan tajam setelah dua pekan diluncurkan di pasaran global. Smartphone kelas atas berukuran ringkas ini awalnya diprediksi menjadi standar baru ponsel flagship, namun justru menghadirkan kekecewaan mendalam bagi penggunanya.
Berdasarkan ulasan mendalam dari Mobile Editor Tech Advisor Anyron Copeman, perangkat dengan kapasitas baterai 4850mAh tersebut kerap memicu kecemasan daya di kala pemakaian harian. Pengguna harus sering mencari pengisi daya sebelum malam tiba jika lupa mengisi daya pada pagi hari.
Masalah paling parah terjadi saat layar ponsel dalam keadaan mati atau standby. Pixel 11 Pro tercatat mengalami kebocoran daya baterai atau standby drain sebesar 10 hingga 15 persen setiap malam tanpa penggunaan aktif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati masalah konsumsi daya dan bug software tersebut berpotensi diatasi melalui pembaruan sistem mendatang, para calon pembeli disarankan untuk menunda pembelian hingga seluruh kendala teknis tersebut benar-benar tuntas diselesaikan oleh pihak pengembang.
Daftar Bug Software dan Lonjakan Harga Pixel 11 Pro
Selain masalah daya, sistem operasi Android 17 pada Google Pixel 11 Pro diwarnai oleh berbagai bug software mengganggu setiap harinya. Pengguna sering mendapati menu aplikasi terbaru yang berbayang di seluruh layar serta aplikasi mendadak macet tanpa respons.
Laporan luas juga mencatat adanya gangguan pada fitur Video Boost yang menghasilkan suara bising atau crackling noise pada rekaman video resolusi 4K. Kendala teknis lain meliputi patah-patah saat pengguliran layar scroll stuttering hingga masalah pada fitur pembayaran nirsentuh NFC.
Pihak Google menyatakan telah berupaya menyiapkan perbaikan untuk masalah pada fitur Video Boost melalui patch pembaruan perangkat lunak. Namun, banyaknya celah bug pada ponsel seharga lebih dari 1.000 dolar AS ini dinilai menyerupai pengalaman menggunakan versi uji coba atau beta.
Lonjakan harga yang cukup signifikan membuat ekspektasi terhadap performa nyata Pixel 11 Pro berada di tingkat tertinggi. Hingga seluruh kendala baterai dan software tersebut diperbaiki secara menyeluruh, perangkat ini dinilai terlalu berisiko untuk direkomendasikan kepada konsumen.