Nvidia resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperluas dominasi industri kecerdasan buatan global melalui akuisisi platform open-source Hugging Face senilai $12,93 miliar atau setara Rp199 triliun pada Kamis, 3 September 2026.
Langkah korporasi raksasa cip semikonduktor ini menandai validasi besar terhadap gerakan open-source di tengah fokus historis perusahaan pada pengembang model kecerdasan buatan tertutup seperti OpenAI dan Anthropic.
Berdasarkan analisis pasar, akuisisi ini bertujuan melindungi lini penjualan unit proses grafis atau GPU milik perusahaan dengan cara mendiversifikasi basis pelanggan yang selama ini didominasi oleh segelintir perusahaan teknologi besar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSekitar 70 persen pendapatan Nvidia saat ini bersumber dari tujuh korporasi besar termasuk Amazon, Google, Microsoft, Meta, SpaceX, Anthropic, serta OpenAI, sehingga ekspansi ke ranah perangkat lunak menjadi krusial untuk menghadapi persaingan pembuatan cip mandiri.
Strategi Komersial dan Jaminan Netralitas Platform
Kepala Riset Visible Alpha di S&P Global Melissa Otto menyatakan bahwa kesepakatan ini memberikan dukungan serta infrastruktur finansial yang sangat dibutuhkan oleh Hugging Face untuk memperluas skala adopsi kecerdasan buatan open-source secara global.
Platform Hugging Face sendiri saat ini menaungi lebih dari 18 juta pengembang dan peneliti, serta mewadahi pertukaran 3 juta model kecerdasan buatan, 500.000 perangkat dataset, dan 1 juta aplikasi yang digunakan oleh lebih dari 200.000 perusahaan.
Chief Executive Officer Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa Hugging Face akan tetap beroperasi sebagai platform terbuka untuk seluruh ekosistem kecerdasan buatan tanpa mewajibkan pengembang untuk menggunakan perangkat keras buatan Nvidia.
Analis utama Forrester Naveen Chhabra menilai akuisisi ini juga memberikan keuntungan intelijen strategis bagi Nvidia untuk memantau tren model kecerdasan buatan dan arsitektur teknologi yang sedang diminati jauh sebelum diadopsi oleh pasar arus utama.