Suku cadang airbag palsu kembali merenggut nyawa pengendara setelah insiden tragis yang terjadi di Dallas pada 27 Agustus lalu. Sebuah Chevrolet Equinox tahun 2018 mengalami kecelakaan cukup keras sehingga memicu kantong udara kemudi mengembang, namun inflator tersebut justru meledak dan melemparkan serpihan logam ke dalam kabin.
National Highway Traffic Safety Administration mengonfirmasi kematian tersebut pada 3 September, yang menjadi korban kesebelas akibat komponen tiruan dengan pengenal DTN60DB sejak tahun 2020. Seluruh korban sebelumnya tercatat menaiki kendaraan Chevrolet Malibu atau Hyundai Sonata, menjadikan insiden Equinox di Dallas sebagai kasus pertama di luar kedua model tersebut.
Pemerintah federal sebelumnya telah menjatuhkan larangan impor serta penjualan terhadap inflator DTN60DB pada tahun ini. Keputusan tersebut menandai langkah pelarangan produk secara langsung pertama yang dilakukan oleh lembaga keselamatan transportasi tersebut dalam kurun waktu lebih dari dua dekade terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun larangan impor berhasil menghentikan pasokan baru dari luar negeri, regulasi tersebut tidak dapat menjangkau komponen selundupan yang telanjur terpasang di dalam setir kendaraan. Suku cadang tiruan itu umumnya masuk melalui rantai pasokan perbaikan independen setelah kendaraan mengalami kecelakaan parah sebelumnya.
Ancaman Tersembunyi di Balik Riwayat Servis Kendaraan
Modus peredaran suku cadang ilegal ini memanfaatkan celah mahalnya biaya penggantian airbag asli dari pabrikan resmi. Bengkel independen yang memperbaiki mobil lelang kerap menggunakan komponen tiruan dengan harga jauh lebih murah yang dicap menyerupai nomor komponen asli.
NHTSA menegaskan bahwa investigasi kasus ini melibatkan Kantor Investigasi Keamanan Dalam Negeri serta FBI karena dikategorikan sebagai penyelundupan barang terlarang. Perbedaan penanganan ini menunjukkan bahwa regulator tidak lagi memandangnya sekadar sebagai cacat produksi pabrik resmi.
Laporan riwayat kendaraan seperti Carfax maupun AutoCheck dipastikan tidak mampu mendeteksi keberadaan komponen berbahaya tersebut. Dokumen administratif kendaraan tetap terlihat bersih meskipun mobil membawa suku cadang selundupan yang mematikan di balik kemudi.
Pihak berwenang mengimbau pemilik kendaraan bekas yang pernah mengalami benturan sejak tahun 2020 agar segera melakukan pemeriksaan profesional. Pemilik diingatkan untuk tidak mencoba membongkar komponen kantong udara secara mandiri demi menghindari risiko ledakan fatal.