Sebanyak 14.165 kasus pelanggaran yang mencakup aturan izin tinggal, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan berhasil dicatat oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam kurun waktu sepekan.
Berdasarkan laporan dari Kantor Berita SPA, operasi pemeriksaan yang digelar secara intensif di berbagai wilayah pada 27 Agustus hingga 2 September tersebut mendapati ribuan pelanggaran yang didominasi oleh masalah keimigrasian.
Rincian dari penindakan tersebut menunjukkan bahwa 7.121 kasus berkaitan dengan pelanggaran izin tinggal, 3.636 kasus menyangkut pelanggaran keamanan perbatasan, serta 3.408 kasus merupakan pelanggaran terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain itu, otoritas keamanan perbatasan juga mengamankan 1.315 individu yang kedapatan berupaya menyusup masuk ke wilayah Arab Saudi secara ilegal, yang mayoritas berasal dari Yaman dan Ethiopia.
Tindakan tegas turut menyasar pihak-pihak pendukung, di mana 42 orang ditangkap karena mencoba keluar secara ilegal dan 21 orang lainnya diamankan karena terlibat dalam upaya pengangkutan, penyembunyian, hingga mempekerjakan para pelanggar.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa fasilitasi masuk secara ilegal maupun penyediaan tempat penampungan bagi pelanggar merupakan kejahatan berat yang diancam hukuman hingga 15 tahun penjara serta denda maksimal 1 juta riyal atau sekitar Rp4,7 miliar.
Pihak kementerian juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan segala bentuk pelanggaran melalui layanan darurat demi menjaga keamanan dan ketertiban hukum di seluruh wilayah kerajaan.