Sebagaimana diwartakan oleh media nasional, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mengambil pelajaran berharga dari era kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato politik dalam rangka peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Menurut AHY, salah satu catatan penting yang patut diteladani dari kepemimpinan SBY selama dua periode adalah proses peralihan kekuasaan yang berjalan secara damai dan demokratis. Berdasarkan laporan media, ia mengingatkan bahwa kekuasaan bukanlah hak abadi melainkan amanah dari rakyat yang memiliki batasan waktu.
Mengutip pernyataan AHY dalam pidatonya, "Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode." Ia juga menambahkan bahwa kekuasaan hanyalah titipan yang harus dikembalikan kepada rakyat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain menyoroti transisi kepemimpinan, AHY menekankan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia tidak boleh hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umum secara prosedural. Demokrasi yang matang, lanjutnya, memerlukan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, kepastian hukum, serta sistem pengawasan yang sehat.
Menutup pidatonya, AHY turut mengingatkan seluruh aparatur negara, termasuk TNI, Polri, dan ASN, untuk senantiasa menjaga netralitas serta profesionalisme dalam setiap kontestasi politik agar mandat Reformasi tetap terjaga dengan baik.