Sebagaimana diwartakan oleh media T24, lembaga statistik nasional Türkiye İstatistik Kurumu atau TÜİK merilis sebuah skenario demografi menarik yang menggambarkan pergeseran populasi jika seluruh warga negara kembali menetap di kota asal atau memleketinde masing-masing.
Berdasarkan laporan tersebut, simulasi berbasis data kependudukan dan catatan pencatatan sipil ini membuktikan bahwa peta distribusi penduduk di Turki akan mengalami perubahan yang sangat kontras dibandingkan kondisi riil saat ini.
Dalam skenario tersebut, kota-kota besar yang selama bertahun-tahun menjadi pusat magnet migrasi dan urbanisasi masif seperti İstanbul, Ankara, dan İzmir justru mengalami penyusutan populasi yang cukup signifikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebaliknya, gelombang kepulangan virtual ini mendongkrak lonjakan kepadatan penduduk secara drastis di berbagai wilayah Anadolu yang selama ini dikenal sebagai daerah penyuplai arus migrasi keluar.
Mengutip rincian data yang dipublikasikan, Şanlıurfa memimpin daftar sebagai wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi dalam simulasi tersebut, diikuti oleh Konya dan İstanbul di posisi berikutnya.
Melalui pemodelan data ini, pemerintah dan para pengamat sosial mendapatkan sudut pandang baru mengenai sejauh mana arus perpindahan penduduk memengaruhi ketimpangan demografi antar wilayah di Turki.