Pesawat ruang angkasa swasta Link milik Katalyst Space Technologies mendekati teleskop Swift milik NASA hingga jarak 15 kilometer dan mengumpulkan data penting mengenai kondisinya, tetapi misi penyelamatan tersebut harus dibatalkan karena cadangan bahan bakar menipis.
Berdasarkan laporan Associated Press, wahana Link diluncurkan pada bulan Juli dengan tujuan mengangkat teleskop Swift menuju orbit lebih tinggi guna memperpanjang masa operasionalnya, namun wahana tersebut mengalami kendala berputar tak terkendali sesaat setelah peluncuran.
Tim pengendali darat berhasil menstabilkan pesawat Link, meskipun proses pemulihan tersebut menguras sebagian besar cadangan bahan bakar sehingga misi penyelamatan resmi dibatalkan pada bulan Agustus, sebelum perusahaan memutuskan memanfaatkan wahana untuk pendekatan sekunder.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami begitu dekat namun pada saat yang sama begitu jauh," demikian pernyataan dari perwakilan misi terkait upaya rendezvous tersebut, sebagaimana dicatat dalam laporan pengamatan Kabayan News mengenai proyek senilai 30 juta dolar Amerika Serikat yang didanai NASA.
NASA memandang misi penyelamatan eksperimental ini memiliki risiko tinggi sejak awal, termasuk potensi tabrakan yang memicu terciptanya puing-puing luar angkasa baru di orbit bumi.
Analisis Kabayan News menunjukkan wahana Link kemungkinan besar tidak memiliki cukup bahan bakar untuk melakukan pendekatan lanjutan ke teleskop Swift, sehingga pesawat tersebut diperkirakan bertahan di orbit selama beberapa pekan ke depan sebelum akhirnya masuk kembali ke atmosfer bumi dan terbakar habis.