Sebagaimana diwartakan, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti, melakukan kunjungan kerja ke pabrik furnitur rotan Reka Design Furniture yang berlokasi di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo pada Jumat.
Berdasarkan laporan, kunjungan strategis ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperluas akses pasar ekspor melalui ajang pameran dagang internasional yang segera digelar.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag yang didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, tampak antusias meninjau langsung proses pembuatan ragam produk furnitur berbahan dasar rotan mulai dari kursi hingga tempat tidur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDyah Roro menjelaskan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan produk unggulan yang nantinya akan dipamerkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 guna menarik minat pembeli mancanegara.
"Saya ingin melihat langsung produk furnitur rotan yang akan ditampilkan saat Trade Expo Indonesia 2026. TEI ini pameran dagang internasional yang menampilkan produk andalan Indonesia," ujar Dyah Roro.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan business matching dalam pameran tersebut akan mempertemukan langsung para pelaku UMKM lokal dengan para pembeli serta importir global demi membuka peluang kerja sama jangka panjang.
Menurut keterangannya, kualitas produk furnitur rotan asal Indonesia telah lama menjadi andalan ekspor dan diminati oleh berbagai negara besar seperti Amerika Serikat hingga Belanda.
"Kualitas produk furniture rotan ini menjadi salah satu produk andalan ekspor Indonesia. Banyak peminat dari luar negeri seperti Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa seperti Belanda. Jadi, furnitur rotan memang sudah mendunia dan menjadi trademark Indonesia," papar dia.
Selain menyoroti potensi pasar global, sentra industri rotan di Desa Trangsan juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang luas bagi penyerapan tenaga kerja lokal serta menuntut adanya regenerasi perajin yang mumpuni.
Sementara itu, Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, turut menegaskan bahwa selain menembus pasar ekspor internasional, pemerintah daerah juga terus mendorong para perajin untuk mengoptimalkan potensi pasar domestik yang tidak kalah menjanjikan.