Mengutip laporan dari media Infobae, negara-negara anggota NATO diingatkan untuk tidak memberikan toleransi terhadap berbagai tindakan sengaja yang dikategorikan sebagai perang hibrida. Sebagaimana diwartakan, Amerika Serikat menyatakan komitmen penuh untuk memberikan dukungan kepada setiap negara anggota yang menghadapi insiden keamanan semacam itu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Matthew Whitaker selaku Duta Besar Amerika Serikat untuk Aliansi Atlantik di sela-sela kegiatan konferensi bisnis yang diselenggarakan di Italia. Menurut Whitaker, insiden percobaan serangan pesawat tanpa awak atau drone di bandara Leipzig/Halle di Jerman merupakan ancaman serius yang jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan insiden sebelumnya.
Lebih lanjut, Whitaker menjelaskan bahwa para negara sekutu harus selalu siaga dan menunjukkan sikap tegas setiap kali menghadapi ancaman keamanan serupa di wilayah mereka. Pihaknya menegaskan bahwa identifikasi pelaku secara akurat seperti yang dilakukan oleh Jerman menjadi landasan penting untuk menyatakan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak dapat diterima.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kesempatan yang sama, sang diplomat juga memberikan peringatan mengenai potensi ancaman terhadap infrastruktur penting termasuk fasilitas sektor energi yang rentan menjadi sasaran serangan. Meski penanganan utama menjadi tanggung jawab domestik masing-masing negara, Amerika Serikat memastikan kesiapan mereka dalam memberikan bantuan yang diperlukan.
Perkembangan situasi geopolitik ini juga beriringan dengan langkah Volodimir Zelensky yang mengumumkan penerapan gencatan senjata serangan udara selama tiga hari terhadap Moskow. Keputusan tersebut diambil menyusul langkah serupa dari Vladimir Putin serta kedatangan para utusan khusus Gedung Putih guna mendorong proses negosiasi perdamaian.