Sebagaimana diwartakan oleh media Turki Hürriyet, Perdana Menteri Armenia Nikol Paşinyan memberikan tanggapan terbuka terkait status pangkalan militer Rusia di negaranya usai melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Bishkek, Kyrgyzstan.
Dalam keterangannya, Paşinyan menyatakan bahwa keberadaan fasilitas militer Rusia di Armenia tidak lagi memegang peran yang bersifat krusial bagi keamanan nasional mereka saat ini. Ia secara tegas menyampaikan "Rusya karar verirse itiraz etmeyiz" atau yang berarti bahwa pemerintahnya tidak akan mengajukan keberatan seandainya Moskow memutuskan untuk menarik seluruh pasukannya keluar dari Armenia.
Kendati demikian, Paşinyan juga membuka ruang dialog apabila pihak Moskow berkehendak untuk tetap mempertahankan kehadiran militer mereka di wilayah tersebut. Menurut laporan media setempat, dinamika hubungan bilateral kedua negara ini tengah ditinjau ulang secara mendalam untuk menyamakan persepsi pada berbagai isu strategis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain membahas isu pertahanan, pembicaraan antara kedua pemimpin turut menyinggung proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru serta pengelolaan infrastruktur kereta api di Armenia. Berkaitan dengan proyek energi nuklir, Paşinyan menegaskan bahwa negaranya mengutamakan aspek kualitas dan penawaran terbaik dari pihak manapun tanpa menjadikannya sebagai sebuah preferensi geopolitik semata.
Pernyataan tersebut merespons dinamika sebelumnya ketika Presiden Vladimir Putin sempat menegaskan bahwa Moskow siap meninggalkan fasilitas militer di Gyumri kapan saja apabila pihak Yerevan merasa tidak lagi memerlukan infrastruktur pertahanan tersebut.