Sebagaimana diwartakan oleh FIFPRO, sebanyak tujuh belas pesepak bola profesional dari seluruh penjuru dunia berkumpul di kota Oslo, Norwegia, guna menghadiri acara FIFPRO Women’s Player Summit 2026.
Berdasarkan laporan penyelenggara, agenda tahunan ini diselenggarakan pada 22 hingga 23 Mei menjelang laga final UEFA Women’s Champions League, yang bertujuan sebagai wadah bagi para pemain untuk bertukar pengalaman dan berdiskusi langsung dengan para ahli FIFPRO.
Pertemuan selama dua hari tersebut dirancang untuk mendorong kolaborasi, edukasi, serta dialog terbuka mengenai berbagai isu penting seperti perjanjian kerja bersama, standar ketenagakerjaan, perlindungan maternitas, hingga kesehatan wanita dan kalender pertandingan internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Direktur Sepak Bola Wanita FIFPRO Dr Alex Culvin, pertemuan ini sangat berharga karena dapat menyatukan para pemain dari berbagai liga, negara, dan latar belakang yang berbeda untuk merumuskan prioritas kemajuan sepak bola wanita.
"Menyatukan para pemain dari liga, bangsa, dan pengalaman yang berbeda sangatlah berharga," ungkap Dr Alex Culvin dalam keterangannya.
Selain itu, Culvin juga menambahkan bahwa umpan balik dari para pemain sangat krusial dalam menghadapi dua momen besar ke depan, yakni konsultasi kalender pertandingan internasional wanita serta persiapan menuju Piala Dunia Wanita 2027.
Berdasarkan laporan kegiatan di hari pertama, para peserta mendapatkan pembaruan terkait Global Employment Report yang disampaikan oleh Kepala Riset dan Strategi Sepak Bola Wanita FIFPRO Frankie Brown.
Sesi tersebut mengeksplorasi tren profesionalisasi sepak bola wanita yang sedang berjalan sekaligus menyoroti berbagai kesenjangan yang masih terjadi di berbagai liga maupun lingkungan tim nasional.
Para pemain kemudian mengikuti diskusi kelompok serta lokakarya perjanjian kerja bersama yang dipimpin oleh Dr Culvin bersama Direktur Hukum FIFPRO Alexandra Gomez Bruinewoud.
Lokakarya tersebut fokus membahas strategi memperkuat perlindungan tenaga kerja dan meningkatkan kondisi kerja melalui aksi kolektif dan dialog sosial antar pemain serta serikat pekerja.
Memasuki hari kedua, agenda summit berfokus pada prioritas strategis jangka panjang, termasuk pembahasan mendalam mengenai struktur kompetisi dan kesejahteraan pemain menjelang Piala Dunia Wanita 2027.
Regulasi maternitas serta perlindungan kesehatan khusus wanita turut menjadi topik utama yang dipresentasikan oleh Gomez Bruinewoud dan Brown guna memperbarui informasi terkait hak-hak maternitas dalam industri sepak bola profesional.
Rangkaian acara ditutup dengan diskusi terbuka dan sesi tukar pikiran bersama yang memberikan kesempatan luas bagi para atlet untuk menyuarakan pengalaman langsung dari liga domestik masing-masing.
Sejumlah pesepak bola yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya forum global ini karena dapat memperluas wawasan mengenai dinamika sepak bola wanita di berbagai belahan dunia serta memperkuat solidaritas antar pemain.