Sholawat menjadi salah satu bentuk kecintaan, penghormatan, dan penyerahan diri umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah untuk bersholawat ini bahkan telah ditegaskan secara langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56 yang menyeru orang-orang beriman agar senantiasa menyampaikan salam penghormatan kepada Nabi.
Di antara berbagai bacaan pujian yang diajarkan oleh para ulama, Sholawat Jibril menjadi salah satu amalan yang sangat populer di tengah masyarakat. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber keislaman, sholawat ini dikenal memiliki lafaz yang sangat singkat dan ringkas, namun menyimpan keutamaan yang amat dahsyat bagi siapa saja yang rutin mengamalkannya.
Mengutip penjelasan dari kitab Thobaqotul Kubro karya Imam Sya'roni, orang yang mengamalkan sholawat ini diibaratkan telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya sendiri. Selain itu, Allah SWT juga akan menanamkan rasa cinta ke dalam hati para manusia terhadap orang yang istiqamah membacanya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejarah penyebutan sholawat ini merujuk pada kisah masa lampau ketika Malaikat Jibril "Alaihissalam pertama kali melantunkannya sebagai mahar bagi Nabi Adam "Alaihissalam untuk menikahi Sayyidatina Hawa. Lafaz terpendek dari amalan ini berbunyi "Shallallahu "ala Muhammad" yang berarti "Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad".
Sementara itu, bagi umat Islam yang ingin mengamalkan versi lebih panjang untuk dzikir harian, terdapat pula lafaz "Allahumma sholli "ala sayyidina muhammad wa"ala ali sayyidina muhammad wasallim taslima". Berdasarkan buku panduan ibadah, terdapat tata cara khusus seperti mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah SWT serta membacanya dalam jumlah tertentu seperti 1.000 kali atau lebih guna mendapatkan kelapangan rezeki dan keberkahan hidup.