Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Pemerintah Evaluasi Makan Bergizi...
TEKNOLOGI

Pemerintah Evaluasi Makan Bergizi Gratis, Sanksi Tegas Pelaku Kelalaian

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 6 September 2026
Pemerintah evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis setelah insiden keracunan santri di Sidoarjo

Pemerintah evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis setelah insiden keracunan santri di Sidoarjo

Sebagaimana diwartakan, pemerintah secara resmi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua bulan ke depan. Keputusan ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, yang mencuatkan kekhawatiran publik terhadap standar operasional prosedur di lapangan.

Berdasarkan laporan media, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa akar permasalahan bukan terletak pada kualitas dapur penyedia makanan yang dinilai sudah memenuhi standar, melainkan pada kelalaian tahapan distribusi dan kedisiplinan waktu pengiriman kepada para penerima manfaat.

"Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6. Mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbulkan keracunan," ujar Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan pers di Bandar Lampung, sebagaimana dikutip dari laporan lapangan.

Lebih lanjut, Zulkifli menekankan pentingnya menjaga rentang waktu yang aman antara proses memasak, distribusi, hingga makanan tersebut dikonsumsi agar kandungan gizi tetap terjaga dan terhindar dari kontaminasi bakteri berbahaya.

"Harus ada berapa jam, kan? Kalau dikirimnya jam 11, makannya jam 3," tambahnya menyoroti celah waktu yang sering diabaikan oleh para penyedia katering di daerah.

Selain masalah waktu pengiriman, pihak kementerian juga menyoroti kebiasaan buruk dalam penempatan paket makanan selama proses pengiriman yang sering kali diletakkan sembarangan tanpa memperhatikan higienitas lingkungan sekitar.

"Ada juga misalnya distribusi narohnya sembarangan. Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini kan menyangkut 60 juta orang. Ini yang kita lagi tertibkan," tegas Zulkifli menjelaskan skala masif dari program nasional tersebut.

Menanggapi insiden yang terjadi, santri yang mengalami gejala keracunan langsung mendapatkan penanganan medis intensif yang dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

Pemerintah memberikan waktu selama dua bulan untuk melakukan pembenahan total secara menyeluruh. Tidak tanggung-tanggung, sanksi pemecatan dan pencopotan langsung akan dijatuhkan kepada pihak pengelola maupun petugas yang terbukti melakukan kelalaian.

"Kasihlah waktu dua bulan, akan menyelesaikan ini, dan saya sudah minta tidak boleh ada toleransi yang lalai. Ganti. SPPG-nya, siapa saja yang terlibat, ganti," tegas Zulkifli Hasan dengan nada tinggi.

Mengakhiri keterangannya, pemerintah memastikan bahwa keselamatan anak-anak dan generasi penerus bangsa adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan alasan apa pun dalam pelaksanaan program strategis ini.

"Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita, walaupun satu orang keracunan. Kalau yang enggak disiplin, yang lalai, ganti. Lihat kesalahannya. Kalau sengaja, ya. Kalau lalai, ya dipecat. Kalau salah, ya," pungkas Zulkifli Hasan.

Topics
makan bergizi gratis zulkifli hasan sidoarjo berita nasional pemerintah kesehatan pendidikan
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.