Sebagaimana diwartakan, Wali Kota Solo, Respati Ardi, secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana alam di Kota Solo pada Kamis malam menyusul insiden kebakaran hebat yang melanda TPA Putri Cempo, Mojosongo, Kecamatan Jebres.
Berdasarkan laporan, keputusan penting tersebut diambil usai dirinya memimpin langsung rapat koordinasi darurat bersama jajaran organisasi perangkat daerah serta Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudhistira.
Dalam arahannya, penetapan status ini berlaku selama dua pekan ke depan terhitung sejak 3 September 2026 berdasarkan hasil kajian lapangan, risiko, serta evaluasi menyeluruh terhadap dampak insiden tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Hari ini kita tetapkan 3 September 2026 terkait hasil uraian serta evaluasi kajian dan fakta di lapangan dan resiko kita tetapkan tanggap darurat bencana alam selama 14 hari terhitung mulai hari ini ke depan," ungkap Respati saat memberikan keterangan.
Ia juga menyerukan kepada seluruh unsur pemangku kepentingan agar tetap siaga dan mengerahkan tenaga secara maksimal guna mempercepat proses pemadaman api di area pembuangan sampah akhir tersebut.
"Maka dari itu saya ajak seluruh jajaran stakeholder untuk tetap fokus menyelesaikan persoalan di TPA Putri Cempo dengan sebaik-baiknya," tutur dia dengan penuh penekanan.
Selain itu, pemerintah setempat memastikan adanya tambahan kekuatan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, hingga berbagai elemen relawan termasuk SAR UNS yang turut bahu-membahu di lapangan.
Di tengah situasi yang menantang ini, Wali Kota turut mengingatkan seluruh petugas di lokasi agar senantiasa mengutamakan faktor keselamatan serta mawas diri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita harus mawas diri supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga petugas-petugas yang hadir bisa menjadi amal ibadah untuk dirinya dan keluarganya," doa dia.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari lapangan, hingga Kamis malam petugas gabungan masih berjibaku memadamkan titik api yang tersisa di Blok C, sementara titik api di blok lainnya terpantau mulai terkendali.