Sebagaimana diwartakan oleh media, jumlah bandara yang menghentikan operasionalnya secara sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terus bertambah. Berdasarkan pantauan terbaru, tercatat ada 9 bandara yang kini berstatus ditutup demi menjaga keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa kebijakan penutupan ini bersifat dinamis dan terus dievaluasi. Keputusan buka-tutup bandara sangat bergantung pada pergerakan arah angin, sebaran abu vulkanik, hasil uji paper test di lapangan, serta kondisi ruang udara terkini.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa penutupan operasional penerbangan di bandara tersebut terpaksa diperpanjang. "Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain Bandara Soekarno-Hatta, sejumlah bandara penting lainnya seperti Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, hingga Bandara Pondok Cabe juga turut memperpanjang waktu penutupan operasional. Otoritas penerbangan mengimbau seluruh calon penumpang untuk terus memantau pembaruan status dan jadwal penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.