Sebagaimana diwartakan oleh media setempat, sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali dikepung banjir dengan ketinggian mencapai dua meter yang merendam permukiman warga sejak Minggu (6/9/2026).
Menurut laporan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Muhammad Ansyari, banjir tersebut salah satunya melanda kawasan Desa Sekoci yang mencakup Dusun I Sekoci, Dusun Sidodadi, Dusun Pante Pulo, hingga Dusun Seijambu.
Berdasarkan penjelasan pihak berwenang, bencana banjir ini dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus, baik di daerah sekitar maupun di kawasan hulu sungai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kondisi diperparah dengan bertepatannya pasang tinggi air laut di muara sungai, menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar ke laut dan justru kembali meluap ke daratan," ujar Ansyari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa air mulai memasuki pemukiman warga sejak Minggu dini hari, namun saat ini kondisi debit air dilaporkan sudah mulai berangsur surut.
Meskipun sempat membuat sejumlah warga ketakutan dan mengungsi, Ansyari memastikan bahwa saat ini masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing dan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Tidak ada laporan korban jiwa. Namun jumlah KK yang terdampak lebih kurang 228 KK," tambahnya mengenai dampak bencana yang melanda ratusan kepala keluarga.
Selain Desa Sekoci, BPBD Langkat mencatat ada beberapa wilayah atau kecamatan lain yang turut terdampak banjir, seperti Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, dan Tanjung Pura, meskipun hanya merendam bagian teras rumah warga.
Mengutip laporan media, pihak BPBD Langkat terus memonitor perkembangan situasi di lapangan dengan menerjunkan tim yang membawa logistik sembako serta perahu evakuasi.
"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, polsek, koramil, dan puskesmas untuk kesiapan penanganan," pungkas Ansyari seraya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.