Sebaran abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau dan sempat menyelimuti kawasan Bandung Raya dilaporkan mulai berkurang secara signifikan pada Senin, sebagaimana diwartakan berdasarkan pantauan cuaca terkini.
Berdasarkan laporan dari BMKG Kelas I Bandung, hasil pengujian melalui paper test volcanic ash menunjukkan adanya penurunan jumlah partikel abu vulkanik di udara, yang sekaligus menandakan bahwa kualitas udara di Bandung mulai berangsur membaik.
Menurut Forecaster BMKG Kelas I Bandung, Mia Fadila, "Untuk pantauan kami pada hari ini, pada paper test volcanic ash, terpantau jumlah abu vulkanik yang kami lihat itu sudah mulai berkurang. Namun masih kami pantau untuk ke depannya".
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun demikian, pihak BMKG menyatakan belum dapat memastikan apakah kondisi perbaikan kualitas udara ini akan bertahan lama, mengingat pergerakan sebaran abu sangat bergantung pada dinamika cuaca, khususnya faktor arah dan kecepatan angin.
Mia juga menambahkan, "Untuk kualitas udara sendiri, untuk kami lihat saat ini sudah mulai membaik, hanya masih dipantau untuk ke depannya".
Penurunan intensitas sebaran abu vulkanik ini ternyata tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Jawa Barat, di mana sebagian wilayah barat seperti Sukabumi dan Bogor masih merasakan dampaknya.
Sebagaimana dicatat oleh BMKG, pergerakan abu vulkanik pada Senin pagi terpantau mengarah ke barat dan barat daya, mengikuti pola tiupan angin yang dominan dari arah timur hingga tenggara.
Mia menjelaskan lebih lanjut, "Untuk abu sendiri terpantau pada pagi hari ini itu arahnya menuju barat dan barat daya karena angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara".
Menurut perkiraan pihak BMKG, partikel abu vulkanik umumnya mampu bertahan di udara selama satu hingga dua hari pasca-erupsi, meskipun kepastian waktu berakhirnya fenomena ini masih harus terus dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca.
Laporan dari masyarakat yang diterima oleh pihak BMKG menunjukkan bahwa sisa-sisa abu vulkanik masih dirasakan pada Senin pagi, namun intensitasnya sudah jauh lebih tipis dibandingkan hari sebelumnya.
Menanggapi kondisi cuaca panas yang sempat dikeluhkan warga, BMKG menegaskan bahwa faktor tersebut tidak memiliki pengaruh dominan terhadap sebaran abu vulkanik, melainkan kecepatan dan arah angin yang memegang kendali utama dengan kisaran kecepatan rata-rata dua hingga enam knot di Bandung Raya.
Di tengah situasi yang perlahan mulai kondusif ini, pihak BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat disarankan untuk tetap melindungi diri menggunakan masker dan kacamata guna menghindari risiko kesehatan akibat paparan partikel debu vulkanik yang dikenal cukup tajam.
Sebagaimana ditegaskan oleh Mia Fadila, "Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tetap waspada, dan menggunakan masker serta kacamata untuk beraktivitas di luar ruangan karena partikel-partikel debu vulkanik tersebut cukup tajam".