Sebagaimana diwartakan, aktivitas vulkanik yang kembali meningkat dari Gunung Anak Krakatau memberikan dampak serius bagi sektor penerbangan nasional. Sebaran abu vulkanik yang pekat memaksa otoritas berwenang untuk menutup sementara lima bandara penting di wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung demi menjaga keselamatan para penumpang.
Berdasarkan laporan resmi, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasional ini diambil setelah memantau pergerakan sebaran abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat. "Sampai dengan hari ini pukul 10.25 Waktu Indonesia bagian Barat ada lima bandara yang saat ini ditutup," ujar Faisal Fathani sebagaimana dikutip dari laporan media.
Mengutip rincian data yang dikeluarkan pihak berwenang, kelima bandara yang menghentikan aktivitas penerbangannya meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang yang ditutup pukul 08.36 hingga 13.30 WIB, serta Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta yang berhenti beroperasi mulai pukul 09.49 hingga 14.00 WIB.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain dua bandara utama ibu kota tersebut, penutupan juga berdampak pada Bandara Radin Inten II di Lampung hingga pukul 14.00 WIB, Bandara Budiarto di Curug, Banten sampai pukul 13.30 WIB, serta Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan yang ditutup hingga pukul 14.00 WIB.
Dampak dari penutupan mendadak ini langsung dirasakan oleh puluhan ribu pelancong yang gagal melakukan perjalanan. Berdasarkan data pembaruan, sebanyak 22.798 penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja harus mengalami pembatalan jadwal terbang yang melibatkan ratusan pergerakan pesawat baik rute domestik maupun internasional.